Categories: HLPelabuhanTerbaru

Bitung – Davao masuk Rute Prioritas ASEAN Ro Ro Network Project

Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara

MNOL, Jakarta – Transportasi laut menggunakan kapal roll-on/roll-off (Ro Ro) Davao-General Santos-Bitung dan sebaliknya menjadi salah satu rute prioritas ASEAN Ro Ro Network Project, sebagaimana tercantum dalam ASEAN Economic Community Blueprint (AEC) 2025 dan BIMP-EAGA (Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippine Growth Area) Vision 2025.

Jalur Ro Ro Davao-General Santos-Bitung direncanakan bakal diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada tanggal 30 April 2017 di Davao City bertepatan dengan peringatan ke 50 KTT ASEAN 2017 di Manila.

Rute tersebut merupakan proyek jalur Ro Ro ASEAN pertama yang diimplementasikan dan disambut baik oleh kalangan dunia usaha baik dari Indonesia maupun Filipina, bahkan diperkuat dengan Mutual of Understanding (MoU) antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Davao, Kadin Mindanao Barat Daya dan Kadin Minahasa Utara.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia , Rosan P. Roeslani menjelaskan bahwa, Kadin Indonesia menyambut baik rencana dibukanya Jalur Ro Ro Davao-General Santos-Bitung. Kedepan diharapkan membawa keuntungan tersendiri bagi peningkatan perdagangan kedua negara, khususnya untuk Kawasan Timur Indonesia.
“Akses pasar ke Filipina menjadi semakin mudah melalui pelabuhan Bitung bagi komoditas dan produk dari Kawasan Timur Indonesia, demikian halnya dari Mindanao Filipina,” kata Rosan.

Selain itu biaya shipping menjadi lebih murah dan waktu pelayaran pun lebih singkat. Selama ini waktu pelayaran Bitung-Jakarta/Surabaya-Manila-Davao memerlukan waktu 3 sampai 5 minggu, sedangkan pelayaran Davao-General Santos-Bitung menggunakan Ro Ro hanya butuh waktu satu setengah hari (excluding port stay).

Filipina sudah mengindentifikasi komoditas dan produk-produk yang ingin diimpor dari Kawasan Timur Indonesia, antara lain aqua products, charcoal, coffee bean, copra, cordage, corn, feed ingredients, high value crops, lumber, matured coconut, meat, peanuts, soya, sugar, muscovado/palm sugar; cement, furniture.
Sebaliknya telah diidentifikasi pula komoditas dan produk yang dapat diimpor dari Mindanao, Filipina, seperti daging (ayam, sapi, babi), produk halal (dried noodles, coffee blends, canned goods, minuman kaleng, buah segar (durian, nanas, manga, apokat, pisang), buah kering (mangga, nanas, papaya, jeruk, durian) dan es krim.

“Selain perdagangan, terbuka juga peluang investasi dan pariwisata yang kita harapkan dapat meningkatkan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kawasan timur Indonesia,” pungkasnya.(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

3 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

5 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 weeks ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 weeks ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 weeks ago