Categories: HankamHLTerbaru

Dampingi Menko Luhut ke Pulau Nipa, Pangarmabar Tegaskan soal Kedaulatan NKRI

Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan bersama Gubernur Nurdin Basirun, Menteri PANRB Asman Abnur Pangarmabar, dan Wamen ESDM Arcandra Tahar ketika meninjau Pulau Tolop

MNOL, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan, didampingi Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., melakukan kunjungan kerja ke Pos Angkatan Laut  Pulau Tolop, Kecamatan Belakangpadang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (10/3).

Pada kunjungan ke Pulau Tolop tersebut, Menko Maritim disertai Menteri PANRB Dr. Asman Abnur, SE, M.Si., dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, M.Sc., Ph.D., dan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si.

Dalam kunjungannya, Luhut menegaskan bahwa Pulau Nipa dan Pulau Tolop yang merupakan pulau terluar Indonesia berbatasan dengan Singapura harus dikembangkan dan memberi manfaat untuk pemerintah daerah.

Keberadaan Pos Angkatan Laut Pulau Tolop merupakan Pos pemantau terhadap aktivitas  lalu lintas kapal yang melewati Selat Singapura dan langsung berhadapan dengan negara tetangga Singapura.

Menko juga mengatakan Pemerintah tidak berniat menyewakan Pulau Tolop dan Nipa kepada asing.

“Kami hanya melihat potensi apa yang bisa dikembangkan pada kedua pulau ini, tidak ada pikirian kesitu (untuk menyewakan kepada asing),” tandasnya.

Kegiatan labuh jangkar ilegal di Pulau Tolop yang ia saksikan dari atas helikopter dalam perjalanan ke pulau tersebut bisa menjadi potensi pendapatan pemerintah daerah.

Menurutnya, studi tentang hal ini sedang dibuat oleh Port of Rotterdam apakah peruntukannya bisa untuk storage tank atau area lego jangkar, untuk menerima kelebihan (spill over) kapal-kapal dari Singapura.

“Kalau itu bisa ditata dengan baik tentu akan jadi pendapatan untuk Pemerintah Kota Batam, maupun Pemerintah Pusat. Saat ini kapal-kapal yang berlabuh di Singapura sudah padat kita bisa melakukan kerja sama dengannya ,” pungkas Luhut.

Semenatara itu, Pangarmabar menyatakan pihaknya akan menjaga setiap jengkal wilayah kedaulatan NKRI. Termasuk Pulau Nipa dan Tolop yang memiliki peran strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura.

“Kita akan menjaga pulau ini sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan NKRI. Kedaulatan kita adalah harga mati,” tegas Aan.

(Anug/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Jakarta (Maritimnnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima dua penghargaan dalam ajang TOP GRC…

34 minutes ago

Kinerja Positif IPC TPK Hingga Agustus 2026, Tumbuh 8,37 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali mencatatkan tren kinerja operasional yang positif…

9 hours ago

TPS Perkuat Komitmen ESG Melalui Konversi Kendaraan Operasional Berbasis Listrik

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya terhadap operasional pelabuhan yang…

2 days ago

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Oleh: Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Pelabuhan telah berkembang jauh melampaui sekadar pusat logistik.…

2 days ago

Pelindo Sosialisasikan Layanan Alat Pemindai Petikemas kepada Pelanggan

Surabaya (Maritimnews) – Pelindo menyelenggarakan rangkaian sosialisasi penerapan layanan tambahan berupa alat pemindai petikemas kepada…

3 days ago

Transisi Adil Bagi Pekerja yang Terotomatisasi di Sektor Pelabuhan

Tenaga kerja pelabuhan dapat didefinisikan dengan berbagai cara. Dalam definisi sempit, tenaga kerja pelabuhan merujuk…

4 days ago