Dekan FMP Unhan Laksda TNI A Octavian (kanan) dalam acara International Energy Forum
MNOL, Jakarta – Kadin Indonesia bersama International Clean Energy and Sustainability Network (ICESN) menyelenggarakan 4th Biogas and Waste to Energy Indonesia Forum 2017. Forum internasional tersebut berlangsung selama 14-15 Maret 2017 di Hotel Dharmawangsa menyelenggarakan seminar, workshop dan pameran teknologi Renewable Energy dari berbagai negara peserta.
Mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) dari Program Studi Ketahanan Energi menjadi peserta aktif dalam diskusi-diskusi untuk mencari berbagai upaya akselerasi program nasional penggunaan alternatif energi selain minyak, gas dan batu bara. Seminar dibuka langsung oleh Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Ir. Rida Mulyana, M.Sc, yang menyampaikan beberapa pokok kebijakan pemerintah saat ini untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Laksda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D. menjadi keynote speech dengan materi paparan berjudul “The Future of Biogas and Waste to Energy in Indonesia.”
Beberapa hasil penelitian Unhan terkait peluang penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar kapal perang Indonesia juga sempat disampaikan sebagai bentuk komitmen Unhan mendukung program energi pemerintah saat ini.
Octavian juga menyatakan banyak manfaat yang didapat dari pemanfaatan biomassa dan biogas.
“Berbagai teknologi tepat guna pemanfaatan biomassa dan biogas juga dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat perdesaan dan satuan-satuan TNI yang bertugas di wilayah terpencil dan di pulau-pulau terluar,” ungkapnya.
Secara akademis ia juga menyampaikan penekanan pokok-pokok pikiran yang dapat digunakan sebagai referensi bagi pembicara dan peserta seminar dalam berdiskusi. Misalnya seperti pengembangan biomassa dan biogas di Indonesia harus lebih fokus untuk menghasilkan listrik terlebih dahulu dibandingkan dengan pendekatan profit oriented.
Selanjutnya, lulusan AAL tahun 1988 ini menambahkan soal solusi kebijakan lembaga pengelola hulu dan hilir biomassa dan biogas di Indonesia.
“Tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kebersihan saja tetapi harus selalu terkait dengan energy stakeholders,” pungkasnya.
(Adit/MN)
Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…
Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…
Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…
Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…
Makassar (Maritimnews) - Sebanyak 100 balita dan 100 lansia di Kecamatan Wajo, Kota Makassar, mendapatkan…
Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak akan menggelar aksi solidaritas di depan Pengadilan…