Categories: HLPariwisataTerbaru

Dukung Wisata Bahari, Posal Wangi-wangi Latih Saka Bahari membuat Speed Boat

Pembuatan Speed Boat oleh anggota Saka Bahari Wakatobi

MNOL, Jakarta – Kepulauan Wakatobi di Sulawesi Tenggara memiliki keindahan wisata bahari yang mempesona. Kabupaten yang beribukota di Wangi-wangi ini sudah dikenal di dunia internasional akan keindahan alam bawah lautnya.

Pos TNI AL (Posal) Wangi-wangi yang berada di bawah jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari memiliki kegiatan yang patut dijadikan contoh dalam membangun pariwisata bahari daerah sebagai bagian dari pembangunan ekonomi maritim lokal, yakni dengan membuat speed boat berbahan fiberglass.

Menurut Layong, salah satu anggota Posal Wangi-wangi yang menginisiasi program ini sejak satu tahun terakhir, kegiatan ini bertujuan agar transportasi laut di kawasan Wakatobi dapat terbantu baik bagi masyarakat lokal maupun para wisatawan. Namun tetap pada hakikatnya kegiatan ini dititikberatkan pada program kesaka baharian dan mendukung gerakan kepramukaan di Wakatobi.

“Karena di sini daerahnya berupa kepulauan, makannya kami menginisiasi untuk membuat speed boat agar masyarakat sini terbantu. Selain itu juga untuk mendukung program pariwisata daerah,” kata Layong saat dikonfirmasi oleh redaksi, Jumat (24/3).

Awalnya program ini merupakan rangkaian kegiatan untuk melatih para anggota Saka Bahari Wakatobi. Namun, pikir Layong untuk ke depan, kegiatan ini cocok untuk mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam mendukung usaha wisata bahari Wakatobi.

Kegiatan yang bersifat swadaya ini selain untuk melatih skill bagi para anggota Saka Bahari yang dibina oleh Posal Wangi-wangi, juga untuk menanamkan jiwa bahari dalam bingkai visi pemerintah Poros Maritim Dunia.

Lebih lanjut, Layong mengungkapkan untuk saat ini speed boat dengan ukuran panjang 7 meter dan lebar 1,2 meter baru dapat diproduksi sekitar 2 hingga 3 unit per bulannya.Ia mengakui masih banyak keterbatasan dalam proses ini namun pihaknya tidak mau menyerah dengan keadaan.

“Kita juga masih sulit mendapatkan bahan-bahanya karena harus dikirim dari Kendari. Baik itu fiberglass-nya maupun campuran-campuran lainnya,” ujar dia.

Kerangka speed boat yang sedang dibuat oleh anggota Saka Bahari

Speed boat berkapasitas 10 orang itu memang saat ini baru digunakan sebagai sarana latihan para anggota Saka Bahari dalam melakukan aktivitas olah raga air dan SAR.

Kurang lebih 20 dari 60 orang anggota Saka Bahari Wakatobi dibinanya dalam praktik latihan ini. Para peserta didik juga harus mengetahui jenis dan daya tahan speed boat.

“Pembuatannya ini juga disesuaikan dengan ombak di sekitar perairan sini, yang berpengaruh pada besarnya haluan speed boat yang dibikin,” tambahnya.

Kemampuan membuat speed boat yang dimiliki oleh pria yang akrab disapa Kak Yong oleh anggota Saka Bahari ini diperolehnya secara otodidak. Corak kebaharian dalam tempat tinggalnya di Wakatobi telah mendorong intuisinya untuk mempelajari pembuatan speed boat ini.

Layong berharap, kegiatan ini banyak mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Mengingat manfaatnya yang besar guna mendukung kemajuan ekonomi daerah.”Saat ini semuanya masih serba swadaya. Adapaun seperti Kwarcab (Kwartir Cabang-red) juga sudah membantu untuk menyediakan bahan bakunya,” pungkasnya.

Tentunya kegiatan ini didukung penuh oleh Danposal Wangi-wangi Letda laut (P) Rawuh Basuki selaku Pin Saka Bahari Wakatobi dan Bupati Wakatobi H Arhawi, S.E selaku Ka Kwarcab Wakatobi. Layong mengakui tanpa dukungan mereka, kegiatan ini tidak akan bisa berjalan seperti sekarang.

Aktivitas Saka Bahari Wakatobi ini juga mendapat apresiasi yang luar biasa dari Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) Mabes TNI AL yang merupakan pimpinan Saka Bahari tingkat nasional. Dan upaya ini agar menjadi contoh untuk Posal-posal lainnya dalam membina para anggota Saka Bahari.

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya Jelang Idul Adha 1447 H

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…

7 hours ago

IPC TPK Panjang Moncer, Tingkatkan Efisiensi Ekspor

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang semakin moncer setelah kehadiran Quay…

19 hours ago

IPC TPK Tercatat Tumbuh Di Awal Triwulan II 2026

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) akan terus fokus menjaga stabilitas operasional dan…

23 hours ago

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

5 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

1 week ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

1 week ago