Categories: BakamlaHLTerbaru

Pengamanan di Zona Terluar, Tantangan Bakamla untuk menjadi Indonesia Coast Guard

Operasi Bakamla di perairan Indonesia

MNOL, Jakarta – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI yang dilegitimasi oleh UU No 32 tahun 2004 tentang Kelautan dan Perpres No 178 tahun 2014 telah diproyeksikan menjadi Indonesia Coast Guard. Layaknya Coast Guard di negara-negara maju, Bakamla dituntut untuk memiliki fungsi mengamankan perairan Indonesia yang menjangkau ZEE dan pulau-pulau terluar.

Menurut Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan Kemhan Laksda TNI Dr Amarullah Octavian ST, MSC, DESD, Bakamla sesuai fungsi Coast Guard dapat berstatus semi militer atau militer penuh yang berfungsi menjaga pulau dan laut dari semua bentuk ancaman.

“Dalam UU RI Nomor 17 tahun 1985, dapat menjadi landasan hukum peran Bakamla sesuai fungsi Coast Guard yaitu untuk mengatasi ancaman di laut dan atau ancaman dari laut yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional,” terang Octavian biasa akrab disapa kepada maritimnews beberapa waktu lalu.

Sambung lulusan AAL tahun 1988 ini, dalam menjaga keamanan laut khususnya daerah terluar, Bakamla harus melakukan sinergi sesuai hukum internasional dan hukum nasional.

Penegakan hukum di laut terbagi ke dalam 2 locus, yaitu batas 12 Nm atau laut teritorial, dan lebih dari 12 Nm atau Zona Tambahan, ZEE dan Landas Kontinen.

“Prinsipnya, jika masih sebatas 12 Nm maka penegak hukum bisa semuanya, TNI, Bakamla, Polairud dll. Sedangkan jika lebih dari 12 Nm, maka hanya TNI AL dan Bakamla, kecuali KKP untuk menangani perikanan dan Imigrasi untuk menangani imigran gelap,” paparnya.

Dalam menjalankan fungsinya itu, Bakamla harus mengembangkan sistem deteksi dan sistem interceptor. Idealnya sistem deteksi, terang Octavian dengan menggunakan bermacam sarana seperti radar, sonar, UAV dan satelit.

“Dengan sistem deteksi tersebut Bakamla bisa mengidentifikasi bentuk-bentuk ancaman berikut analisanya,” tambahnya.

Sehingga sistem kedua, yaitu interceptor bisa dikerahkan dengan tepat dan terukur, seperti pengerahan kapal patroli Bakamla atau helikopter Bakamla. Maka dari itu, Bakamla juga harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Bahkan tidak hanya itu, Octavian menyatakan bahwa Bakamla juga bisa melakukan pembinaan masyarakat pesisir, khususnya di pulau-pulau terluar.

“Pembinaan masyarakat pesisir adalah fungsi khas sistem pertahanan negara yang dapat dikembangkan oleh Bakamla karena Bakamla itu sendiri di dalam sistem pertahanan negara masuk ke dalam kategori Komponen Cadangan,” bebernya.

Untuk mendukung fungsi tersebut, selain kapal patroli, Bakamla juga memiliki Stasiun Pemantau Kemanan dan keselamatan Laut (SPKKL) yang tersebar di 11 titik wilayah NKRI. Stasiun tersebut berada langsung di bawah kendali Zona Maritim Bakamla yang saat ini terbagi menjadi tiga zona yakni di Batam, Manado, dan Ambon.

Octavian mengakui memang jumlah itu masih jauh dari ideal mengingat luasnya territorial Indonesia. Namun setidaknya proses pembangunan terus dirintis oleh Pemerintah guna mengoptimalkan kemampuan Bakamla.

“Semuanya butuh proses, yang terpenting komitmennya untuk menjaga perairan Indonesia,” pungkasnya.  (Adit/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

1 day ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

4 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

5 days ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

6 days ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

1 week ago

Direct Baru di IPC TPK, MV AS Carolina ke Tiongkok Selatan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana…

1 week ago