Tanggapi Keluhan Nelayan, Susi Pudjiastuti Sarankan Bentuk Koperasi

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ketika berdialog dengan masyarakat pembudidaya rumput laut dan mutiara di Kecamatan Palabusa.

MNOL, Bau – bau – Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kota Bau – bau, Sulawesi Tenggara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyempatkan diri menyapa dan berdialog langsung dengan masyarakat pembudidaya rumput laut dan mutiara di Kecamatan Palabusa. Temu dialog ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesahnya terutama terkait permasalahan serta kesulitan yang dihadapi dalam menjalankan usaha budidaya.

Permasalahan yang diutarakan terutama berkaitan dengan kualitas bibit rumput laut yang rendah, sulitnya akses pasar, harga jual yang rendah, hingga kurangnya armada kapal untuk menanam atau mengangkut hasil panen. Hal senada juga dikeluhkan pembudidaya kerang mutiara, mereka menginginkan adanya tambahan armada kapal katinting (dibawah 3 GT) sebagai sarana penunjang.

Menanggapi hal tersebut, Susi mengimbau pembudidaya dan nelayan untuk membangun koperasi agar bantuan pemerintah dapat dipertanggungjawabkan dan tepat sasaran. “Bapak dan Ibu buatlah koperasi, supaya kita (KKP) bisa bantu. Pemerintah ingin memberikan bantuan yang tepat sasaran, karena KUB (Kelompok Usaha Bersama)  pertanggungjawabannya sulit,” ungkap Susi dalam dialog dengan masyarakat di Kecamatan Palabusa, Kota Baubau, Rabu (22/3).

Susi memastikan agar nantinya setelah bantuan diberikan, koperasi dapat dijalankan dengan baik. Koperasi juga harus betul-betul beranggotakan pembudidaya/nelayan, pengurusnya dapat berasal dari anak muda setempat lulusan SMA, serta pejabat daerah sebagai pembinanya. “Nanti dapat bantuan harus dipakai rame-rame, hasilnya juga. Kalau berjalan bagus, rukun, nanti bisa ditambah lagi (bantuannya),” jelasnya.

Terkait permasalahan harga dan akses pasar, Susi menyarankan agar ada kesepakatan harga yang baik antara pembudidaya rumput laut dan tengkulak. Untuk mendongkrak harga, rumput laut bisa dijual sekaligus dalam jumlah besar dengan sistem lelang dan pemerintah akan membantu mendatangkan pembelinya dari luar kota. “Koperasi yang menentukan jadwal lelangnya, bisa sebulan dua kali,” ujar Susi.

Adapun untuk kebutuhan bibit rumput laut, KKP bersama Dinas Kelautan dan Perikanan setempat akan mendatangkan bibit berkualitas baik dari daerah lain serta membangun pusat pembibitan rumput laut di Baubau. Terakhir, melihat banyaknya sampah di sekitar perairan yang menjadi lokasi budidaya, Menteri Susi mengimbau agar tidak membuang sampah plastik ke laut. “Tidak boleh buang sampah dilaut, kualitas mutiara jadi jelek,” tegasnya.

Sebelum berdialog dengan masyarakat Palabusa, pada pagi harinya Susi juga meninjau langsung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wameo. Ia menyampaikan hal yang sama kepada nelayan yang berada di lokasi peninjauan, yakni membuat koperasi dan mengimbau untuk tidak lagi menangkap ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan) dan pottasium karena dapat merusak ekosistem terumbu karang. (Anugrah/MNOL)

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

IPCC Gelar Public Expose 2026

Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…

1 day ago

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

2 days ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

1 week ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

1 week ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

1 week ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 week ago