Categories: Geopolitik

Menteri Susi Lantik Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melantik Eko Djalmo Asmadi sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Auditorium Tuna, Gedung Mina Bahari IV, Kantor KKP, Jakarta pada Senin (14/8).

MN, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti resmi melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Madya yakni Eko Djalmo Asmadi sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Auditorium Tuna, Gedung Mina Bahari IV, Kantor KKP, Jakarta pada Senin (14/8).

Eko Djalmo Asmadi menggantikan Achmad Poernomo yang kini telah menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi negeri. Sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Menteri Susi mengatakan dalam pengelolaan organisai terkadang membutuhkan berbagai perubahan. Seperti yang dialami mantan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Sosial dan Budaya Achmad Poernomo yang telah menjadi dosen.

“Seperti juga memasuki jabatan baru sebagai pejabat fungsional tertentu yang telah menjadi dosen di perguruan tinggi. Kita membutuhkan dosen 90 orang dari hasil rekrutmen baru, sekarang baru ada 24 orang yang sudah menjadi PNS”, ungkap Menteri Susi.

Menteri Susi juga menaruh harapan besar kepada Staf Ahli Menteri Bidang Ekososbud yang baru. Pengalaman Eko Djalmo yang pernah menjabat di Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) dan sebagai Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), menurutnya dapat memberikan nilai tambah dan masukan sebagai staf ahli menteri.

“Saya juga berharap Pak Eko bisa memberikan overseen segala bidang terutama dalam bidang kedirjenan. Dalam rangka menyelesaikan tugas-tugas peralihan alat tangkap ramah lingkungan, juga pengelolaan manejemen kelautan dan perikanan,” lanjutnya.

Menteri Susi juga menilai, Staf Ahli Menteri seyogyanya mampu memiliki kapabilitas. “Saya melihat Pak Eko mampu menjalani tugas ini. Saya membutuhkan staf ahli yang bukan saja memahami kultur dan budaya Indonesia, tapi juga kultur budaya pemain illegal fishing yang mencoba masuk ke sendi-sendi peirkanan indonesia,” ungkap Menteri Susi.

“Saya punya keyakinan, dengan tim yang ada di KKP kita bahu membahu untuk mengeksploitasi laut,” tutupnya.

Anugrah/MN

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

3 days ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

5 days ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

5 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

5 days ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

5 days ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

6 days ago