Categories: HLLogistikTerbaru

Project Tol Laut 6 Berhasil Tekan Disparitas Harga di Kepulauan Natuna

Project Tol Laut 6 Jakarta-Natuna

MN, Natuna – Partisipasi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) atau IPC Logistic dalam upaya menekan disparitas harga kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat Kepulauan Natuna, menjadi bagian keberhasilan Project Kapal Tol Laut trayek 6 Jakarta – Natuna yang dimulai sejak 10 bulan lalu.

Selain itu MTI/IPC Logistic juga aktif berperan mensosialisasikan program Tol Laut dan Rumah Kita kepada publik, sebagai upaya bersama instansi terkait lainnya yakni Kementerian Perhubungan dan PT RNI.

Keunggulan MTI didukung oleh kesiapan fasilitas antara lain, gudang di pelabuhan Selat Lampa dan sarana pengangkut dari pelabuhan menuju Rumah Kita RNI di kota Ranai, Kecamatan Pulau Tiga Tabrani, Kepulauan Natuna.

“Kerja keras, belajar dari kesalahan dan pantang menyerah menjadi modal MTI, sehingga kami menemukan model bisnis yang tepat mendampingi project Tol Laut. Expedisi menjadi cikal bakal lahirnya Perpres Sentra Logistik, dan menjawab keraguan akan efektifitas project Tol Laut sebagai alat menekan disparitas harga di pulau-pulau kecil,” jelas Direktur Utama MTI, Tonny Hajar kepada Maritimnews.

Tingkat keberhasilan project Tol Laut trayek 6 dapat diukur ketika kunjungan tim sosialisasi terdiri atas pejabat Kementerian Perhubungan dan sejumlah petinggi perusahaan BUMN yang banyak mendapat pertanyaan, keluhan, dan masukan dari masyarakat. Satu hal yang menggembirakan, masyarakat merasakan manfaat positif dari program Tol Laut.

“Project Tol Laut, disparitas harga antara wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur menjadi lebih rendah. Semen, misalnya, harga disini bisa turun sekitar 30%. Tentu ini belum maksimal. Kedepan, kita berharap masyarakat bisa memperoleh berbagai kebutuhannya dengan harga yang lebih murah,” tambah Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis MTI, Andi Hamdani di lokasi kunjungan.

Saat dialog antara pejabat, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha setempat di Kecamatan Pulau Tiga Tabrani terungkap kondisi riil perdagangan di Ranai khususnya, dan Kepulauan Natuna pada umumnya. Masih tinggi harga berbagai barang, termasuk sembako, terjadi karena rantai perdagangan dikuasai sejumlah pedagang tertentu. Mereka (pedagang) yang mendikte harga sehingga memberatkan masyarakat.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, MTI membawa 10.000 sak semen. Karena kebutuhan yang tinggi, semen-semen itu langsung habis diserbu pembeli begitu sampai pelabuhan Selat Lampa. Masyarakat kota Ranai yang memang tengah giat membangun datang ke pelabuhan untuk mengambil semen secara langsung.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

3 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

3 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

3 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

4 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

5 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

5 days ago