Tingkatkan Konsumsi Ikan Santri, Menteri Susi Tebar Benih Lele Sistem Biofolk di Tebu Ireng

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama KH. Salahuddin Wahid, menebar benih perdana budidaya ikan lele dengan sitem biofolk di Pesantren Tebu Ireng, Minggu (13/8).

MN, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama pimpinan pondok pesantren Tebu Ireng melakukan tebar benih perdana lele sistem bioflok di SMA Trensains, Pesantren Tebuireng 2, Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (13/8).

Dalam kegiatan tebar benih perdana tersebut, KKP juga menyerahkan bantuan senilai Rp8,6 miliar kepada 28 pondok pesantren dan kelompok masyarakat di Jombang guna kegiatan budidaya. “Mudah-mudahan bantuan bioflok ini dapat memenuhi asupan anak-anak pesantren. Jadi iwaknya (lauk) harus ikan betulan jangan hanya iwak tempe, iwak tahu saja,” ungkap Menteri Susi dalam sambutannya.

Menteri Susi menambahkan, adanya budidaya lele sistem bioflok diharapkan dapat meningkatkan konsumsi ikan santri, setidaknya menjadi 1 kg per minggu per orang. Sehingga apabila dikalkulasikan, setidaknya konsumsi ikan nasional meningkat hingga 50kg per orang per tahunnya. “Ini sedikit di atas target pemerintah yaitu 46kg per orang per tahunnya,” harap Menteri Susi.

Menurut Menteri Susi, bantuan dan pelatihan budidaya lele dengan sistem bioflok ini ditujukan untuk meningkatkan kecerdasan dan jiwa entrepreneur para santri. Menteri Susi berpendapat, kandungan gizi dan protein yang terkandung dalam ikan dapat mencerdaskan generasi muda, sehingga diharapkan mampu bersaing secara global. Selain itu, keterlibatan santri dalam pengelolaan budidaya lele sistem bioflok ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berwirausaha (entrepreneurship) bagi mereka.

Tak hanya soal budidaya, KKP juga akan memberikan bantuan dalam kegiatan pertambakan garam. Menteri Susi mengaku dalam setiap kunjungannya ke daerah-daerah, ia menemukan banyak sekali potensi swasembada garam yang saat ini mengalami kelangkaan.

Menteri Susi bercerita, dalam kunjungan kerjanya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu, ia menemui saudagar garam yang merupakan perantau dari Madura. Si petambak garam memiliki tambak seluas 1,5 hektare. Padahal sebelumnya ia tak memiliki pekerjaan tetap. Namun kejelian melihat peluang dan ketekunan telah membuatnya berhasil, terlebih saat ini harga garam semakin membaik.

Kualitas garam di NTT pun bisa dikatakan baik selain karena tersedianya lahan, juga disebabkan oleh air pantainya yang masih bersih dan panas yang terpaut lama. Melihat ini, pemerintah akan memberikan bantuan untuk membranisasi agar garam yang dihasilkan bersih putih dan bisa digunakan sebagai garam industri.

“Kita bisa swasembada garam asal kita menjaga lahan-lahan pesisir untuk tambak garam. Lahan di NTB dan NTT saat ini terbuka. Untuk itu, saya ingin menggandeng pesantren Tebuireng apabila ingin mencoba berbisnis atau membuka cabang pesantren di sana,” papar Menteri Susi.

Untuk dapat memperoleh manfaat optimal dari laut, Menteri Susi mengajak masyarakat menjaga dan memahami laut. Salah satunya dengan menjadikan laut sebagai beranda rumah, sebagaimana semboyan “Laut Beranda Kita. Jangan punggungi laut dan jadikan laut sebagai belakang rumah kita, di mana kita bisa membuang sampah sesuka hati kita,” ungkapnya.

Guna menambahkan pengetahuan santri-santri di Ponpes, Menteri Susi juga berencana memberikan bantuan 1-2 unit televisi beserta DVD Player agar para santri dapat belajar memahami laut.

Menyambut iktikad baik Menteri Susi, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Salahuddin Wahid menyampaikan rasa terima kasih. “Banyak tanah dan tenaga yang kami miliki. Saat ini yang kita perlukan adalah kemauan dan kesiapan untuk mengembangkan potensi yang ada,” pungkasnya.

Anugrah/MN

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

2 days ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

3 days ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

1 week ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

1 week ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

1 week ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

1 week ago