Categories: HLPelayaranTerbaru

Azas Cabotage telah Berdampak Positif bagi Indonesia

Armada pelayaran

MN, Jakarta – Kebijakan azas cabotage di Indonesia dinilai oleh Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) berhasil menjaga kedaulatan negara dari aspek keamanan dan pertahanan, sekaligus berdampak positif bagi perekonomian nasional.

“Investasi di sektor pelayaran dan industri terkait lainnya terus melonjak sejak diterbitkannya azas cabotage pada tahun 2005 hingga saat ini,” jelas Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto dalam siaran pers yang diterima Maritimnews, Jumat (22/9).

Menurut Carmelita, kebijakan azas cabotage sesuai Inpres 5/2005 dan Undang-Undang 17/2008 tentang Pelayaran menegaskan, bahwa angkutan laut dalam negeri menggunakan kapal berbendera merah putih, dan diawaki oleh awak berkebangsaan Indonesia.

Indonesia bukan satu-satunya yang memberlakukan azas cabotage, melainkan beberapa negara lain terlebih dulu menerapkan asas cabotage seperti, Amerika Serikat, Brazil, Kanada, Jepang, India, China, Australia, dan Phillippina.

Untuk diketahui, armada kapal nasional melonjak dari 6,041 unit pada tahun 2005 menjadi 24,046 unit pada tahun 2016, terdiri dari armada angkutan laut pelayaran dan angkutan laut khusus.

Total kapasitas angkut meroket dari 5,67 juta GT pada tahun 2005 menjadi 38,5 juta GT pada tahun 2016, seiring dengan pertumbuhan jumlah perusahaan pelayaran nasional.

“Azas cabotage yang dikeluarkan Pemerintah disambut baik oleh pelaku usaha pelayaran nasional. Hasilnya, kebijakan Pemerintah didukung peran pelaku usaha menjadikan industri pelayaran nasional terus mengalami pertumbuhan pesat,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan…

11 hours ago

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

2 days ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

4 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

4 days ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

5 days ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

5 days ago