Lomba Melukis di PT. PHC.
MN, Surabaya – Ramai, semarak, dan penuh tawa. Meskipun sederhana, mungkin inilah tiga kata yang bisa mewakili suasana pembukaan Hari Ulang Tahun anak usaha Pelindo III, PT. PHC beberapa hari yang lalu. Dihadiri oleh direksi dan pegawai, serta berbagai macam lomba sederhana pun telah disiapkan oleh pihak panitia untuk memeriahkan acara ulang tahun ke-18 PT. PHC.
Acara dimulai dengan senam bersama yang dilanjutkan dengan pembukaan oleh Direktur Utama PT. Pelindo Husada Citra (PT. PHC). Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Dokter Agus ini menyampaikan bahwa tema yang diusung oleh panitia tahun ini sesuai dengan program manajemen PT. Pelindo Husada Citra yaitu PHC PROFENT, singkatandari profesional, efisien, dan efektif. “Tapi perlu ditegaskan efektif dan efisien dalam hal ini jangan sampai kontraproduktif dengan kualitas pelayanan,” tuturnya.
Senada dengan Dokter Agus, Wahyu Widodo selaku Direktur Administrasi dan Keuangan turut menambahkan bahwa manajemen PT. PHC tengah memperkenalkan program Jum’at bersih dan Jum’at sehat. Ia menyampaikan bahwa Jum’at bersih dapat dimulai dari diri kita sendiri, meja kerja yang bersih, tidak ada dokumen yang diletakkan di atas meja saat pulang merupakan salah satu tanda kita telah melaksanakan program tersebut. Sedangkan Jum’at sehat tentu bisa dilaksanakan dengan olahraga bersama.
Serangkaian acara HUT PHC ke 18 ini sendiri akan berlangsung mulai tanggal 4 Agustus hingga acara puncak pada tanggal 10 September. “PHC yang lahir pada tanggal 1 September 1999 ini akan menyambut ulang tahunnya dengan serangkaian acara sederhana seperti lomba-lomba kreativitas untuk mempererat tali silaturahmi dan kerjasama antar pegawai. Dimulai dengan lomba maraton air, festival rujak manis, kaizen event, vocal group, tari, voli lapangan, tenis meja dan jalan santai pegawai dengan keluarga.”
“Tahun ini memang agak berbeda dengan tahun sebelumnya karena selain mengusung tema efisiensi, kita juga harus meningkatkan produktifitas. Lomba Kaizen adalah perwujudan dari ajang kompetisi kreatifitas pegawai PHC dalammeningkatkan pelayanan melalui inovasi dengan pelaksanaan biaya minimal,” tambah Dokter Agus.
Istilah Kaizen merupakan istilah yang awam bagi masyakarakat Indonesia. Kaizen merupakan filosofi Jepang yangfokus pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus serta berkesinambungan untuk mencapai kondisi yang lebih baik. Prinsip dalam kaizen adalah adanya perubahan-perubahan kecil namun berangsur atau kontinyu. Sistem ini diterapkan untuk menghilangkan pemborosan-pemborosan yang akhirnya akan menimbulkan biaya yang merugikan perusahaan. Kaizen sendiri telah menjadi trend manajemen di Jepang dan secara bertahap PT PHC akan menerapkan sistem ini. Hal ini ditandai dengan telah dilakukan pelatihan Kaizen kepada seluruh pegawai.
Setelah Direksi dan Ketua Panitia memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan penampilan tari dari Grup Tari PHC. Seperti biasa, grup yang terdiri dari tujuh orang ini berhasil memukau penonton dengan keluwesannya denganmembawakan tari yang berjudul Gemilang Nusantara.
Sebagai perlombaan awal, Maraton air berhasil membuat suasana semakin meriah. Dalam lomba itu, peserta harus memindahkan air dari wadah satu ke wadah lain. Semakin sulit ketika peserta harus melewati halang rintang. “Lomba yang kami pilih itu harus yang biayanya minimum tapi bisa meriah. Yang penting kebersamaanya,” begitu tutur dokter Agus ketika ditanya mengenai lomba-lomba sederhana yang dilaksanakan untuk memeriahkan acara.
Maraton air dan pecah kendi adalah lomba yang sengaja diadakan untuk memeriahkan acara dengan cara sederhana. Untuk mengasah kreativitas juga diadakan lomba seni tari kreasi dan vocal grup. Partisipannya tentu adalah pegawai di masing-masing unit di PT PHC, baik itu dari jajaran rumah sakit, klinik dan anak perusahaan. Tak mudah pastinya, lomba bertema seni dilakukan oleh seseorang yang sering berkecimpung di dunia medis. Namun, hal ini tak menyurutkan semangat pegawai PT PHC untuk saling berkompetisi satu sama lain.
Hal ini terbukti dengan hadirnya juara 1 Lomba Tari Kreasi yang diraih oleh Unit Penunjang Pelayanan Medis dengan tim penari yang terdiri dari perawat dan pegawai laboratorium. Atau siapa yang menyangka bahwa pegawai back office unit SDM Hukum dan Sekretaris Perusahaan berpiawai untuk bernyanyi sehingga memenangkan lomba vocal grup. Pada acara puncak rangkaian hari ulang tahun PHC hari ini, Minggu (10/9), diadakan lomba melukis tas kanvas dengan cat air untuk anak-anak pegawai. Anak-anak yang rata-rata berumur 3-6 tahun dengan kreatif dan lucunya menorehkan kuas cat di tas yang berwarna putih. Bagi pegawai yang memiliki anak-anak berprestasi, PT PHC memberikan apresiasi berupa bantuan dana pendidikan kepada total 88 anak pegawai.
Tak hanya rangkaian lomba untuk pegawai dan keluarga pegawai, acara HUT kemarin juga membuat perusahaan yang anak usaha dibidang food and beverages ini juga tak lupa untuk terus peduli dengan lingkungan sekitar. Saat acara pemotongan tumpeng pada Kamis (7/9), Komisaris Utama, U. Saefudin Noer turut hadir untuk memberikan santunan bagi pasien operasi bibir sumbing yang saat itu diberikan kepada pasien bayi berumur 10 bulan yang menderita kelainan cacat bawaan sejak lahir.
Orang tua dari bayi yang bernama Muhib ini bercerita bahwa pada awalnya kondisi kehamilannya baik-baik saja. Namun setelah melahirkan, dokter yang membantu persalinan mengatakan bahwa bayinya menderita kelainan bibir sumbing. “Saat itu saya bingung harus bagaimana, namun setelah mendengar ada operasi bibir sumbing gratis di PHC, akhirnya saya memutuskan untuk kesini,” ucap Subhatin, Ibu dari bayi Muhib.
Perempuan asli Banyumas ini menyatakan kelegaannya ketika PHC bisa menangani bayinya dengan baik. “Saya senang sekali karena tidak dikenakan biaya oleh RS PHC. Penanganan yang baik, bertanggungjawab, cepat tanggap, ditambah lagi orang-orangnya ramah membuat saya mempercayakan anak saya kepada rumah sakit ini. Saya benar-benar berharap agar RS PHC menjadi rumah sakit pilihan nomer satu dan kedepannya semakin maju,” katanya sesaat setelah anaknya dioperasi.
PT PHC sendiri telah rutin memberikan operasi bibir sumbing dan langit-langit kepada warga kurang mampu. Terhitung sejak Program Smile Train ini dilakukan pada bulan Januari 2011 lalu,terdapat 973 pasien yang telah dioperasi. Pada tahun ini saja terdapat 94 anak-anak yang telah selesai dioperasi. Pasiennya tak hanya dari dalam kota Surabaya saja, wilayah Nusa Tenggara dan Kalimantan juga mengirimkan pasien ke RS PHC.
Kelainan bibir sumbing memang sepatutnya menjadi perhatian masyarakat kita. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013, satu dari 1.000 kelahiran anak di Indonesia mengalami kelainan bibir sumbing. Angka bibir sumbing ini terus naik dari tahun ke tahun, sehingga membutuhkan perhatian lebih dari berbagai kalangan.
“Anak-anak memang menjadi fokus bantuan sosial dari PT PHC karena kelainan ini bisa mempengaruhi dalam kehidupannya di masa mendatang. Misalnya seperti kesulitan bicara, berpikir, dan proses belajar yang lambat.Operasi ini setidaknya bisa membantu masa depan penderita bibir sumbing sebagai generasi penerus bangsa,” jelas Dokter Agus.
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…