Categories: HLPelabuhanTerbaru

Kuala Tanjung Dipersiapkan menerima Peran Pelabuhan Klang, Tanjung Pelepas atau Singapura

Pelabuhan Kuala Tanjung

MN, Kuala Tanjung – Keberadaan pelabuhan internasional Kuala Tanjung Sumatera Utara diharapkan akan mampu menerima peran penting pelabuhan Tanjung Pelepas, Klang, atau bahkan pelabuhan Singapura. Hal tersebut memang mimpi besar, termasuk mengantisipasi dibukanya Terusan Tanah Genting Kra oleh Kerajaan Thailand dimasa mendatang.

Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung akan berkapasitas 25 juta TEUs petikemas per tahun dipersiapkan PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo 1) bekerja sama dengan Dubai Port World, The Port of Rotterdam, dan PT Van Oord Dredging International Asia Pacific, Belgia menjadi pintu gerbang baru di perairan Selat Malaka.

Saat ini, progres pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung tahap I (Terminal Multipurpose) sudah mencapai 82 % yang pengerjaannya dilakukan sinergi antar BUMN. Adapun pembangunan tahap I yakni trestle sepanjang 2,75 km, dermaga 1.000 m kedalaman 16 – 17 LWS, container yard kapasitas 500.000 TEUs, dan tangki timbun ditargetkan rampung keseluruhan pada pertengahan tahun 2018.

“Bayangkan di jalur Selat Malaka sebanyak 100 juta TEUs petikemas setiap tahunnya melewati jalur tersibuk tersebut, dimana pelabuhan Singapura meraih 32 juta TEUs, Tanjung Pelepas 15 juta TEUs, Klang 12 juta TEUs, dan Johor sebanyak 10 juta TEUs. Sementara pelabuhan Belawan hanya mampu menggigit 1 juta TEUs petikemas,” tutur M Eriansyah, Secretary Corporate Pelindo 1 kepada Maritimnews di Medan, Rabu (18/10).

Untuk itu Pelindo 1 selaku BUMN kepelabuhanan bertindak cepat mempersiapkan mega proyek pelabuhan internasional Kuala Tanjung diatas lahan seluas 1.900 hektar di Kabupaten Batubara yang terbagi 4 (empat) tahap, dengan pendanaan investasi sebesar Rp 34 trilyun dari penerbitan obligasi, reksadana penyertaan terbatas, kredit ekspor, dan pinjaman perbankan.

Sementara untuk tahap II pelabuhan Kuala Tanjung selaku International Hub Port akan mempersiapkan kawasan industri seluas 3.000 hektar, selanjutnya pembangunan tahap III adalah Dedicated Terminal Hub Petikemas. Dan tahap terakhir adalah pengembangan kawasan industri terintegrasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei atau Port City pada tahun 2021 – 2023.

“Pelabuhan Kuala Tanjung tidak hanya yang terbesar di Indonesia wilayah Barat, kami menerapkan strategic roadmap bagi Kuala Tanjung yang diproyeksi bersanding dengan pelabuhan-pelabuhan terbaik Asia lainnya. Proyek tahap pertama (trestle dan dermaga) akan ready beroperasi melayani kapal pada awal tahun 2018,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

 

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

2 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

2 days ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

2 days ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

3 days ago

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

4 days ago

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

6 days ago