Penandatangan Deklarasi Kebersihan di pesisir Semarang oleh kelompok pemuda
MN, Semarang – Perhimpunan Mahasiswa Teknologi Maritim Se-Indonesia (Perhimatekmi), bersama dengan 23 komunitas yang ada di Jawa Tengah, mengadakan kegiatan Bersih Pantai di Desa Pesisir. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 8 Oktober 2017 bertempat di Tambak Lorok, Semarang. Kegiatan yang bernama ICUD (Indonesia Clean Up Day) ini diadakan serentak di seluruh Indonesia, dan salah satunya diselenggarakan di Desa Tambak Lorok Semarang.
Menurut Ketua Perhimatekmi, Muhamad Arif, hal tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat bekerjasama dan gotong royong guna menjaga kebersihan.
“Berbagai komunitas bekerjasama membersihkan sampah-sampah yang ada di sekitar Tambak Lorok khususnya di RW 15. Acara ini diprakarsai oleh pemuda-pemuda yang ada di Semarang,” kata Arif dalam pesan singkatnya yang diterima redaksi, (8/10).
Acara ini diawali dengan berkumpulnya para peserta pada pukul 06.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan senam pagi di Sekitar Desa, lalu dilanjutkan dengan inti kegiatan yaitu bersih dan susur sampah yang ada di Desa Tambak Lorok.
Selain kegiatan bersih dan susur sampah, kegiatan lainnya yang dilaksanakan adalah Medical Check Up bagi warga di sekitaran desa.
“Antusiasme dari para pemuda dan komunitas diharapkan mampu menular kepada masyarakat desa pesisir, bahwa sangat penting untuk menjaga kebersihan di sekitar rumah, apalagi melihat lokasi dari rumah warga yang amat dekat dengan laut, menyebabkan sampah yang menumpuk menjadi permasalahan polusi bagi ikan-ikan dan biota laut yang ada di perairan Jawa,” bebernya.
Selain itu, dengan menjaga kebersihan, akan terhindar dari banjir dan masalah penyakit lainnya yang ditimbulkan akibat sampah. Di akhir kegiatan pada pukul 09.00 WIB, 23 Komunitas di Jawa Tengah dan Perhimatekmi yang ikut melaksanakan kegiatan mengadakan deklarasi kebersihan.
“Deklarasi ini ditandai dengan penanda tanganan bersama di kolom spanduk yang telah dipersiapkan sebagai bentuk bahwa kita peduli akan kebersihan desa pesisir. Goals dari acara ini sendiri adalah menuju World Clean Up Day 2018, yaitu kegiatan yang serupa diadakan serentak di seluruh dunia,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan ICUD, Perhimatekmi juga sempat melakukan survey dan wawancara kepada nelayan di sekitar untuk menanyakan persoalan-persoalan mengenai kegiatan penangkapan ikan, kondisi sosial masyarakat nelayan dan mengenai isu pelarangan beberapa alat tangkap oleh pemerintah yang tempo lalu sempat dipermasalahkan oleh nelayan.
Hal ini nantinya akan menjadi salah suatu bentuk kajian penting bagi Perhimatekmi dalam waktu dekat, tentang bagaimana menangani soal isu pelarangan beberapa alat tangkap seperti cantrang, dan apa solusi yang bisa dikaji Bersama.
“Dalam segi teknologi, ke depannya kita akan rumuskan yang lebih efisien serta ramah lingkungan namun tidak memberatkan baik dari segi biaya maupun hasil tangkapan ikan bagi para nelayan-nelayan kecill,” pungkas Arif.
(Adit/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Melalui semangat Hari Raya Idul Adha, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berharap…
Tanjung Intan (Maritimnews) - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, program…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok melaksanakan penyerahan Bantuan Program…
Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan total 35 ekor sapi kurban…
Surabaya (Maritimnews) Sepanjang tahun 2025, PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatat kontribusi kepada negara mencapai…
Medan (Maritimnews) - Optimalisasi layanan di seluruh pelabuhan, Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) Group berkomitmen…