Categories: HLPelabuhanTerbaru

Keluhan Pengusaha Pelayaran Domestik masih terus Berlangsung di TPM

Terminal Petikemas Makassar

MN, Makassar – Kalangan pengusaha pelayaran domestik tak henti-hentinya mengeluhkan pelayanan di Terminal Petikemas Makassar (TPM), bahkan mereka meminta agar Pemerintah ikut mengatasi hambatan pelayanan kapal di terminal kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut.

Kini keluhan mereka terkait kapal domestik yang harus lego jangkar di luar pelabuhan hingga satu sampai dua hari, kapal menunggu sebelum mendapat pelayanan sandar di dermaga TPM.

Pernyataan PT Pelabuhan Indonesia IV yang mengatakan bahwa dermaga banyak kosong, hal itu dibantah oleh pengusaha pelayaran. Dermaga kosong dimaksud adalah dermaga non petikemas yang merupakan kewenangan Kantor Cabang Pelabuhan Makassar.

Menurut kalangan pengusaha pelayaran domestik, upaya menggunakan dermaga non petikemas untuk melayani kapal reguler telah berulang kali dicoba tetapi tidak pernah bisa jalan.

“PT Pelabuhan Indonesia IV mencoba melempar persoalan itu ke Otoritas Pelabuhan Makassar kan jadi aneh juga,” keluh salah satu pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya seperti dilansir Translog Today, Minggu (5/11).

Sebenarnya di Pelabuhan Makassar ada dermaga sepanjang 150 meter bisa digunakan untuk melayani kapal petikemas domestik. Tapi PT Pelabuhan Indonesia IV memprioritaskan kegiatan kapal curah, sehingga pelayanan kapal petikemas regular seperti terabaikan.

General Manager PT Pelindo IV Cabang TPM, Yosef Benny Rohy ketika dikonfirmasikan hal tersebut menjelaskan pihaknya justru dibuat bingung, mengenai kabar masih banyak kapal yang menunggu di luar pelabuhan untuk dapat sandar di dermaga TPM.

Dikatakan Yosef, perilaku perusahaan pelayaran biasanya memasukkan permohonan rencana kedatangan kapal di Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) jauh sebelum kapal mereka sandar, namun secara fisik sebagian besar kapal belum ada di area labuh.

“Kalau ada laporan berbeda dengan fakta dilapangan, saya bingung. Sedangkan disatu sisi, floating kapal di labuh sudah tercatat dan tergambar dengan permohonan pihak pelayaran. Jadi seakan-akan tergambar banyak kapal diluar padahal secara fisik belum ada,” terangnya.

Yosef mengakui, TPM memiliki dermaga sepanjang 850 meter dan disebelah utara terdapat dermaga 150 meter yang dideklarasikan oleh manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV sebagai terminal curah.

“Jadi dermaga curah tidak bisa digunakan untuk kapal petikemas regular. Meskipun kapal reguler tersebut masuk dalam prioritas pelayanan,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

4 days ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

4 days ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

6 days ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

6 days ago

PMT Tanjung Intan Raih Green and Smart Port 2025 Predikat Bintang 3

Gresik (Maritimnews) - Komitmen PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Tanjung Intan memperkuat upaya keberlanjutan…

7 days ago

Menuju Danantara 2030: Cetak Biru Transformasi BUMN sebagai Pilar Kedaulatan Ekonomi dan Mesin Pertumbuhan Indonesia

Oleh : Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui…

1 week ago