Categories: HLPelayaranTerbaru

Joint War Committee Dinilai Tidak Fair soal War Risk

Capt Jhonny Silalahi

MN, Jakarta – Pemerintah Indonesia menilai Joint War Committee (JWC) tidak fair dalam mengambil keputusan yang memasukkan Pelabuhan Tanjung Priok (Port of Jakarta) kedalam daftar War Risk yang dirilis pada September 2017. Sementara US Coast Guard setiap tahunnya menyatakan pelabuhan Tanjung Priok aman dari gangguan keamanan.

“Ini tentunya tidak fair untuk kami, memasukan Pelabuhan Tanjung Priok ke dalam war risk tetapi tidak disebutkan alasan dan dimana adanya kejadian perompakan atau potensi perang yang dapat terjadi,” tegas Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan, Capt Jhonny R Silalahi, Rabu (07/2).

Menurut Jhonny, masuknya pelabuhan Tanjung Priok ke daftar War Risk sangat menciderai upaya Pemerintah dalam membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia khususnya dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran di Indonesia.

Apalagi JWC memasukan Indonesia ke dalam daftar Hull War, Strikes, Terrorism and Related Perils dikarenakan masih adanya kejadian perompakan atau potensi perang di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, padahal sebenarnya alasan tersebut tidak pernah ada.

“Jelas berdampak dengan masuknya Pelabuhan Tanjung Priok yang mengakibatkan adanya biaya tambahan premi dari pihak asuransi kepada kapal yang berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Priok. Tentunya jika dibiarkan terus menerus akan membuat Pelabuhan Tanjung Priok tidak kompetitif,” paparnya.

Kekecewaan Capt Jhonny terhadap JWC sangat beralasan karena jajarannya di KPLP telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum di pelabuhan baik dengan kepolisian maupun TNI AL untuk menelusuri kejadian perompakan atau potensi perang di area Pelabuhan Tanjung Priok sebagaimana yang menjadi pemicu masuknya Indonesia dalam War Risk.

“Hasil koordinasi dengan Kepolisian dan TNI AL serta instansi lainnya di Pelabuhan Tanjung Priok menghasilkan fakta tidak ditemukan adanya laporan perompakan atau potensi perang yang masuk ke kami sehingga tidak beralasan jika JWC memasukan Indonesia ke dalam war list buatan mereka,” pungkasnya.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sebagai pelabuhan aman untuk kegiatan pelayaran sesuai standar keamanan pelayaran Internasional yang dibuktikan dengan sertifikat Implementasi International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code dari US Coast Guard.

(Bayu/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

Koperasi KS TKBM Pelabuhan Priok Gelar RAT 2026 Tema Akselerasi Digitalisasi

Jakarta (Maritimnews) - Akselerasi digitalisasi untuk mewujudkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Karya Sejahtera…

45 minutes ago

Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya Jelang Idul Adha 1447 H

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…

8 hours ago

IPC TPK Panjang Moncer, Tingkatkan Efisiensi Ekspor

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang semakin moncer setelah kehadiran Quay…

20 hours ago

IPC TPK Tercatat Tumbuh Di Awal Triwulan II 2026

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) akan terus fokus menjaga stabilitas operasional dan…

1 day ago

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

5 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

1 week ago