Categories: HankamHLTerbaru

Tak Puas hanya Menangkap Kapal, Pengamat: Sindikat Besar Narkoba harus Diungkap

Penangkapan penyelundup sabu di Batam

MN, Jakarta –  Ditangkapnya kapal berbendera Singapura yang mengangkut 1 ton sabu di perairan Kepri kemarin, Selasa (20/2) oleh Tim Gabungan dari Kepolisian, Bea Cukai, BNN dan TNI AL menjadi catatan tersendiri bagi keberhasilan apparat penegak hukum di laut. Pasalnya, belum sampai 1 bulan, sinergitas institusi yang awalnya masih tinggi ego sektoralnya berhasil menangkap pengedar barang haram tersebut dalam jumlah besar.

Berbagai apresiasi bermunculan dari beragam kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat negara. Karena keberhasilan ini telah menyelamatkan 5 juta lebih rakyat Indonesia dari bahaya narkoba sebagaimana dikutip dari pernyataan Kepala BNN.

Namun di sisi lain, masih ada PR besar yang menanti para aparat penegak hukum di Indonesia yaitu menguak sindikat besarnya yang bermain di balik ini semua. Pengamat maritim Siswanto Rusdi menuturkan hal tersebut kepada redaksi Maritimnews, Rabu, (21/2/18).

Direktur The National Maritime Institute (Namarin) ini menyatakan di balik keberhasilan aparat penegak hukum menggagalkan penyelundupan sabu ini, masih ada kejanggalan terhadap siapa pemain besar sindikatnya.

“Dua kali kapal ditangkap dan keduanya berbendera Singapura. Ini ada yang aneh. Saya yakin bukannya Singapura tidak mengetahui muatan kapal itu tetapi dia (Singapura) tidak mau ambil pusing untuk menguak siapa sindikat besarnya,” kata Siswanto.

Akhirnya terkesan bahwa Singapura kemudian melempar perkara itu ke aparat penegak hukum kita. Tanpa pikir panjang,apparat kita langsung menindak cepat kapal bermuatan barang

Tentunya baik masyarakat internasional maupun nasional menanti pengusutan tuntas sindikat besar ini. “Jadi kasus ini tidak seperti penangkapan-penangkapan sebelumnya yang berakhir di tataran ABK kapal,” tambahnya.

Ditangkapnya kapal berbendera Sierra Leone yang berlayar dari Taiwan mengangkut 1 ton sabu di Anyer, Juli 2017 lalu pun seperti itu, beritanya bak hilang ditelan bumi di mana info terakhir hanya tuntas di tataran ABK dan nakhodanya saja.

Melihat peristiwa itu, Siswanto menyebut publik tidak ingin kembali hanya disuguhkan hingar bingar seremonial penangkapan yang dihadiri oleh para pejabat. Sementara bos besar sindikatnya asyik menonton dari layar kaca dengan ditemani segelas kopi.

“Kita kalau sudah mampu menangkap operatornya di kapal-kapal berbendera Singapura itu maka kita berutang pada dunia internasional untuk bisa mengungkap bos besar sindikatnya,” tegas pria yang aktif mengajar di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta itu.

Di akhir penjelasannya, Siswanto yang berasal dari Sumatera Barat itu berharap bahwa aparat bisa menguak siapa bos besarnya kendati itu orang kuat sekalipun. Karena dengan itikad untuk menyelamatkan generasi, maka jangan setengah-setengah dalam menindaknya.

“Ya kita berharap saja semoga aparat dan pemerintah kita bisa,” pungkasnya.

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

2 days ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

2 days ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

4 days ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

5 days ago

PMT Tanjung Intan Raih Green and Smart Port 2025 Predikat Bintang 3

Gresik (Maritimnews) - Komitmen PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Tanjung Intan memperkuat upaya keberlanjutan…

5 days ago

Menuju Danantara 2030: Cetak Biru Transformasi BUMN sebagai Pilar Kedaulatan Ekonomi dan Mesin Pertumbuhan Indonesia

Oleh : Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui…

6 days ago