Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah: Rusdianto Samawa adalah Pejuang Sejati Para Nelayan

Rusdianto Samawa berfoto bersama penasehat hukum dan perangkat persidangan seusai menjalani sidang yang sedang dihadapinya.

MN, Jakarta – Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Muhamad Salahudin mengungkapkan bahwa pendapat yang keluar dari mulut Rusdianto Samawa Chalistrano selama ini merupakan catatan penting untuk keselamatan para nelayan dari kebijakan pemerintah yang mencekik.

“Suara yang menggelegar dan lantang dari Rusdianto Samawa Chalistarano selama ini merupakan catatan penting bagi keselamatan para nelayan dari kebijakan pemerintah yang mencekik,” ungkapnya pada Kamis (07/03).

Muhamad Salahudin juga menerangkan tentang kondisi Rusdianto Samawa yang hingga saat ini masih menjadi proses hukum terkait dengan aktifitas bersaranya selama ini.

“Suara lantangnya tersebut tentu saja membuat banyak mata tertuju padanya. Tidak sedikit juga dari suara menyelamatkan para nelayan tersebut,  membuat yang pihak lain melirik, salah satunya adalah pemerintah. Hasil lirikan pemerintah tersebut membuat sebuah kesimpulan yang mengarah pada pembela nelayan tersebut sedang mengganggu kebijakan lembaga negara yang membidangi kelautan dan perikanan. Sehingga terjadilah peristiwa ia diadili di depan hukum. Sejak pertengahan tahun 2017 Kanda Rusdianto berurusan dengan kepolisian sampai hari ini di meja hakim,” terangnya.

Ketua DPP salah satu jaringan kampus terbesar di Indonesia ini juga menungkapkan kekesalannya atas proses kriminalisasi yang menimpa Rusdianto Samawa tersebut. Menurutnya hal tersebut merupakan harusnya dianggap sebagai bentuk kepedulian anak bangsa demi kebaikan pemerintah itu sendiri.

“Jika pemerintah mau menggunakan mata kebijakasanaan, harusnya pemerintah bersyukur karena masih ada masyarakat yang mengkritisi kebijakannya atau boleh disebut peduli terhadap pemerintah. Bagi saya, mitra yang baik adalah mitra yang selalu mengkritisi untuk meluruskan yang salah,bukan yang selalu memuji apa lagi menutup mulut terhadap setiap kesalahan yang ada,” ujar Muhamad Salahudin dengan nada kesal atas kriminalisasi Rusdianto tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa koreksi masyarakat sangat diperlukan untuk memperbaiki kekurangan atau kesalahan yang terjadi dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan.

“Jika setiap terjadi kesalahan namun tidak ada yang peduli untuk membenarkannya, maka akan sangat sulit untuk menemukan sebuah kebenaran dalam setiap kebijakan. Kita semua tentunya tidak pernah bercita-cita bersembunyi di dalam kekurangan atau kesalahan terus, karena suatu saat  nanti pasti akan terbuka dengan sendirinya. Maka dari itu, marilah buang jauh ego sektoral atau buka lebar pintu koreksi agar selanjutnya menjadi semakin membaik,” tukasnya.

Ia juga mengajak para nelayan untuk bersyukur karena masih ada orang yang mau memperjuangkan nasib mereka.

“Karena bagi saya, apa yang diikhtiarkan atau yang disuarakan oleh Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI) Kanda Rusdianto tersebut, merupakan sebuah kado terindah untuk para nelayan. Para nelayan harus bersyukur karena masih ada yang memperjuangkan hakmereka ditengah kegelapan kebijakan pemerintah saat ini,” ajaknya.

Kembali menanggapi permasalahan kriminalisasi yang menimpa Rusdianto Samawa tersebut, Muhamad Salahudin berharap seluruh pihak yang terkait, khususnya para nelayan untuk terus mendukung dan mendoakannya agar terbebas dari sanksi hukum dan kuat menghadapi proses persidangan tersebut.

“Bukan hal yang sulit bagi kita untuk menyebutkan Kanda Rusdianto sebagai pejuang nelayan yang perlu dibela. Bukan hal susah bagi kita mendukung beliau untuk mendapat kartu kebenaran dari meja hakim (bebas dari sanksi hukum). Bukan juga hal yang berat bagi kita untuk mendo’akan beliau agar tetap tegar dan kuat menghadapi proses persidangan di meja hakim,” harapnya

“Terus berjuang Kanda, yakin dan percaya bahwa setiap ikhtiar yang baik selalu berefek baik, sekarang ataupun nanti itu hanya soal waktu. Kami tetap menjadi bagian untuk bersamamu dalam perjuangan terutama dalam meja peradilan. Semoga dengan perjuangan seperti ini membuat semakin yakin keadilan Allah SWT,” tutupnya

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

3 days ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

3 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

4 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

5 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

6 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

1 week ago