Diduga Kapalnya Terbalik, Tiga Nelayan Garut Hilang

Diduga Kapalnya Terbalik, Tiga Nelayan Garut Hilang

MN, Garut – Para nelayan Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berbondong-bondong turun ke laut mencari rekan mereka yang menghilang. Mereka hanya sementara ini menemukan potongan kayu dan serokan ikan yang diduga berasal dari perahu milik korban. Nelayan tersebut adalah, Martin (34), Alfin (22) serta Yuyus (39) menghilang tak kembali ke darat sejak Jumat (25/05/18) sore. Ketiga nelayan diketahui pergi melaut untuk berburu cumi-cumi.

Agus, salah seorang nelayan yang ikut dalam pencarian mengatakan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda tiga orang temannya yang hilang itu. Hanya saja, pagi tadi, ada beberapa nelayan yang menemukan serokan ikan serta potongan papan yang diduga milik korban.

“Sementara ini yang dapat serokan sama papan dari tengah laut,” kata Agus.

“Banyak meyakini termasuk saya itu dari perahu korban. Dugaan kami serokan ini dari perahunya terbalik,” ujar Agus menambahkan.

Sementara itu, pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki keberadaan para nelayan yang hilang. Informasi yang dihimpun, sinyal GPS dari telepon genggam salah satu nelayan yang hilang masih menyala siang tadi.

Tiga nelayan hilang saat melaut di perairan Pantai Santolo, Kabupaten Garut. Kejadian serupa juga ternyata sempat terjadi di Pantai Rancabuaya.

Dua orang nelayan sempat terombang-ambing di laut Ranca Buaya lantaran perahu tongkang yang mereka tunggangi terbalik akibat terhantam ombak.

Kasatpolairud Pantai Santolo AKP Tri Andri membenarkan hal tersebut. Kejadian itu terjadi Sabtu (26/05/18) malam tadi.

Tri menjelaskan, kejadian perahu terbalik di Pantai Rancabuaya serta menghilangnya perahu di Pantai Santolo, diakibatkan cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini.

“Cuaca sedang buruk. Tadi kita bersama mitra nelayan melakukan pencarian, namun terkendala cuaca ekstrem,” pungkas Tri.

Rencananya petugas Polairud Pantai Santolo dan nelayan setempat akan kembali mencari tiga nelayan yang hilang di Pantai Santolo sore nanti. (hsn/detik)

Husni Baroqah

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”

Share
Published by
Husni Baroqah

Recent Posts

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

21 hours ago

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

3 days ago

September 2026, Throughput TPS Solid Capai 120.725 TEUs

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…

4 days ago

NPCT 1 Raih ILA Award 2026 kategori Container Terminal Operator of the Year

Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…

4 days ago

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

1 week ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

2 weeks ago