Hampir Sebagian Besar Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Cilacap Diekspor

Hampir Sebagian Besar Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Cilacap Diekspor

MN, Cilacap – Saat ini minat masyarakat Kabupaten Cilacap untuk mengolah ataupun mengkonsumsi ikan dirasa masih kurang. Hal tersebut dilihat dari para nelayan yang memilih menjual hasil tangkapanya ke luar daerah.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap Sarjono mengatakan, banyaknya hasil tangkapan yang dijual di luar kota karena tingginya permintaan. Sementara untuk Cilacap sendiri masih kurang peminat.

“Saya kira kalau untuk nelayan semua mengkonsumsi ikan, cuma kalau yang bukan berprofesi nelayan diharapkan beralih. Karena mengkonsumsi ikan sangat baik dan bisa meningkatkan perekonomian juga di Cilacap,” ujarnya.

Sementara itu industri perikanan di Cilacap yang memanfaatkan hasil tangkapan nelayan juga dirasa masih kurang.

“Dari industri paling sebagian misal Ikan layur dibawa ke Jakarta kemudian di ekspor, tetap masih keluar daerah,” katanya.

Selain itu dipengaruhi juga tingginya harga penawaran jika dijual diluar daerah dan jumlah permintaan tinggi, sehingga nelayan tidak repot untuk mencari pangsa pasar.

“Kalau kita jual diluar penawaran lebih tinggi, terus kapasitasnya juga banyak karena buat pabrik. Kalau lokal satu orang cukup 1 atau 2 kilogram. Karena kapasitas penangkapanya 2 sampai 10 ton kan kita harus cari pasar lagi,” ujarnya.

Salah seorang nelayan Harjo mengatakan, dari hasil tangkapan masih banyak yang diekspor. Selain permintaan, harga ikan yang diekspor juga lebih menjanjikan.

“Banyak yang di ekspor, dari total pendapatan lebih dari setengahnya bahkan mencapai 60 persen,” katanya.

 

 

Husni Baroqah

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”

Share
Published by
Husni Baroqah

Recent Posts

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

19 hours ago

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

3 days ago

September 2026, Throughput TPS Solid Capai 120.725 TEUs

Surabaya (Maritimnews) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif periode…

4 days ago

NPCT 1 Raih ILA Award 2026 kategori Container Terminal Operator of the Year

Jakarta (Maritimnews) - Ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang diselenggarakan Supply Chain Indonesia (SCI)…

4 days ago

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

1 week ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

2 weeks ago