Diduga Alami Dekompresi, Penyelam Tim SAR Kecelakaan Lion Air Gugur Saat Bertugas

Syahrul Anto semasa hidup. (Sumber: Facebook Syahrul Anto).

MN, Jakarta – Seorang penyelam anggota Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan Basarnas Syachrul Anto meninggal dunia dalam misi evakuasi pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Pakis Karawang pada Sanin (29/10).

Berpulangnya Syahrul Anto diketahui dari akun media sosial milik Syahrul, di mana istrinya Lyan Kurniati menuliskan berita berpulangnya Almarhum di linimasa yang bersangkutan pada Sabtu (3/11) dini hari.

“Allah lebih cinta padamu Sayangku, pahlawanku, imamku. Tunggu aku di jannah-Nya Insya Allah. Terimakasih kasih sayang, bimbingan dan didikanmu. Insya Allah kami teruskan dedikasimu dalam kemanusiaan. Laa khaula wala kuwwata Illa Billah. Innalilahi wainailaihi rojiun. Mohon dibukakan pintu maaf segala kesalahan Almarhum,” tulis Lyan di linimasa media sosial facebook milik Syahrul.

Dansatgas SAR Kolonel Laut (P) Isswarto memberikan konfirmasi kebenaran berita ini. Ia juga menjelaskan bahwa penyelaman mencari badan pesawat dan korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP sudah dihentikan pada pukul 16.00 WIB, namun Syahrul Anto masih berada di bawah air.

“Sore jam setengah lima (peristiwa terjadi). Kita tutup jam empat karena cuaca gelap. Tapi kok masih ada yang menyelam,” jelasnya.

Kemudian Syharul langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri. Sesampainya di RSUD Koja, dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD tersebut langsung melakukan pemeriksaan dan menyatakan bahwa ia telah meninggal dunia.

Menurut Kolonel Laut (P) Isswarto, diduga kematian Syahrul akibat dekompresi, ada kemungkinan yang bersangkutan langsung naik ke permukaan di mana seharusnya setiap lima meter berhenti terlebih dahulu.

Almarhum dikenal sebagai sosok yang aktif dalam misi kemanusiaan oleh rekan-rekannya, dan baru satu minggu yang lalu kembali dari Palu untuk membantu penanganan musibah gempa dan tsunami yang menerjang wilayah tersebut beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya, ia juga diketahui terlibat aktif dalam misi pencarian korban jatuhnya pesawat Air Asia pada akhir 2014 yang lalu. Ia juga dikenal aktif sebagai anggota Indonesia Diver Rescue Team.

Selamat jalan Syahrul Anto.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Pelindo Mengaplikasikan Visi Besar Prabowo Subianto Pada Ketahanan Pangan

Ditulis oleh: Arief Poyuono SE,MKom (Komisaris Pelindo) Pelabuhan dan terminal yang tersebar di seluruh dunia…

1 day ago

IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional, Throughput Tembus 2,8 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – Penutupan Triwulan III tahun 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan…

1 day ago

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan…

3 days ago

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

5 days ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

1 week ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

1 week ago