Buka Magister Terapan Operasi Laut, Seskoal Menuju Pusat Ilmu Pengetahuan Kemaritiman

Danseskoal Laksda A. Octavian usai acara pembukaan pendidikan Seskoal awal tahun 2019.

Sebagai bagian dari diplomasi pertahanan, Seskoal juga mengundang mahasiswa dari mancanegara. Selain itu, kami juga mengirim perwira TNI AL ke berbagai macam negara lain, seperti China, Amerika Serikat, Australia, dan Korea Selatan

 

MN, Jakarta – Sesuai dengan visi menjadi Center of Excellent on Naval and Maritime Science, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) koal di awal tahun 2019 ini telah membuka Program Magister Terapan Operasi Laut. Pembukaan program setara S2 sesuai dengan sistem pendidikan nasional saat ini, dikonfirmasi langsung oleh Komandan Seskoal (Danseskoal), Laksamana Muda TNI Amarulla Octavian saat pembukaan Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoal Angkatan ke-57 Program Studi Strategi Operasi Laut TA 2019 di Auditorium Jos Soedarso Seskoal, Bumi Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (14/1).

Dalam acara yang dibuka langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Siwi Sukma Adji ini, Danseskoal juga menerangkan bahwa pada saat ini, Seskoal telah memperoleh Akreditasi B dengan lima guru besar yang menjadi dosen di dalamnya.

Peraih gelar doktor dari FISIP UI ini juga menjelaskan tentang pertukaran mahasiswa antara Seskoal dengan berbagai mahasiswa dari berbagai belahan dunia, yang tujuan utamanya ialah sebagai sarana diplomasi antar bangsa serta pertukaran berbagai macam ilmu pengetahuan terkait kemaritiman yang berguna bagi kita.

“Sebagai bagian dari diplomasi pertahanan, Seskoal juga mengundang mahasiswa dari mancanegara. Selain itu, kami juga mengirim perwira TNI AL ke berbagai macam negara lain, seperti China, Amerika Serikat, Australia, dan Korea Selatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan bahwa pada saat ini lembaga yang dipimpinnya telah melakukan hal seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dengan mengirim beberapa perwira menengah calon penerus tongkat komando di angkatan laut, yang diharapkan mampu membawa banyak pengetahuan kemaritiman saat kembali ke negeri ini.

“Saat ini, ada sekitar 18 Mayor yang sudah kami kirim dengan tujuan mengadopsi berbagai macam ilmu terkait kemaritiman dan terkait dengan angkatan laut untuk diterapkan di Seskoal nantinya. Sehingga seskoal ini menjadi pusat keunggulan terkait ilmu maritim dan ilmu tentang angkatan laut,” terangnya.

Selain itu, untuk mendukung perkembangan sistem pembelajaran di sini, Seskoal juga melakukan sinergi bersama Universitas Pertahanan (Unhan) dengan mengundang mahasiswa dari universitas tersebut, untuk turut belajar di Seskoal.

“Kami juga mengundang perwira siswa dari Universitas Pertahanan untuk belajar di sini, dengan sistem yang sudah tertata rapih dan sudah diakui oleh kemenristek dikti, yang saat ini telah menggunakan e-learning system dalam menunjang sistem pembelajarannya,” pungkasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya Jelang Idul Adha 1447 H

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…

5 hours ago

IPC TPK Panjang Moncer, Tingkatkan Efisiensi Ekspor

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang semakin moncer setelah kehadiran Quay…

17 hours ago

IPC TPK Tercatat Tumbuh Di Awal Triwulan II 2026

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) akan terus fokus menjaga stabilitas operasional dan…

21 hours ago

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

5 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

1 week ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

1 week ago