Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo bersalaman dengan Presiden Joko Widodo saat pelantikannya sebagai Kepala BNPB.
Banyak penduduk setempat tidak mengetahui kawasan selatan Sukabumi rawan gempa bumi dan juga tsunami.
MN, Sukabumi – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo menghimbau para tokoh masyarakat dan agama untuk menyisipkan materi pengenalan alam dan bencana dalam khotbah Salat Jum’at, ceramah, ataupun pengajian.
Menurutnya, hal ini diperlukan demi meningkatkan kesadaran dan mengurangi risiko bencana. Himbauan itu sendiri disampaikannya saat berkunjung ke Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Jawa Barat, pada Jum’at (11/1).
“Saya menghimbau kepada seluruh tokoh masyarakat, terutama ulama, agar seminggu sekali saat khotbah atau pengajian, mengingat mayoritas masyarakat Jawa Barat ini beragama Islam, untuk menyisipkan dua sampai tiga menit perhatian kepada alam. Kita peduli alam, alam merawat kita,” ujarnya.
Saat berada di sana, Doni menemui beberapa tokoh masyarakat setempat dan berbincang dengan para tokoh tersebut. Dalam bincang-bincang itu, Doni menyatakan bahwa banyak penduduk setempat tidak mengetahui kawasan selatan Sukabumi rawan gempa bumi dan juga tsunami.
Desa Cisolok sendiri sempat tertimbun longsor pada tanggal 31 Desember 2018 yang lalu. Menurut perwira tinggi Angkatan Darat berbintang tiga di pundak ini, hal tersebut bisa dihindari apabila warga setempat menyadari risiko bencana dan menanam tanaman buah dan tanaman keras yang endemik di Jawa Barat.
“Karena kalau tidak diberikan sebuah pemahaman maka risiko terjadi bencana akan semakin banyak,” tutur mantan Danjen Kopassus ini.
Penyisipan pemahaman mengenai bencana sendiri merupakan sebuah kepedulian yang harus melibatkan semua komponen bangsa, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah seperti lurah, kepala desa, dan kampung.
Lebih jauhnya, ia berpendapat bahwa tugas BNPB mendatang adalah memberi pendidikan sadar potensi bencana kepada masyarakat. Penduduk di suatu daerah menurut dia harus peka terhadap lingkungan dan tanda-tanda alam demi menekan potensi kerugian ketika terjadi bencana.
“Misalnya pada musim hujan waspada banjir dan longsor. Kemudian menjelang musim kemarau dengan kebakaran hutan. Itu juga harus kita antisipasi dan bagamana masyarakat kita bisa lebih siap,” tutup mantan Sekjen Wantanas ini.
Medan (Maritimnews) - Optimalisasi layanan di seluruh pelabuhan, Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) Group berkomitmen…
Bandar Lampung (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus penguatan infrastruktur bongkar muat, IPC…
Korido (Maritimnews) - Dalam rangka memperkuat konektivitas wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) dan…
Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus memperkuat kapasitas komunikasi korporasi di tengah tantangan…
Jakarta (Maritimnews) - Akselerasi digitalisasi untuk mewujudkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Karya Sejahtera…
Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…