Visi Jadikan Banten Poros Maritim Nusantara, Bakamla RI Ajak Kenali Jati Diri Bangsa

Foto bersama peserta Dialog Kebangsaan dengan tema Banten sebagai Poros Maritim Nusantara.

MN, Serang – Visi besar bangsa ini yang ingin menjadikan dirinya sebagai poros maritim dunia, mau tidak mau menuntut setiap unsur di dalamnya untuk siap dan mampu mewujudkannya.

Dengan merujuk pada visi besar terebut, Provinsi Banten sebagai salah satu wilayah laut dengan potensi laut yang sangat besar, serta keberadaan budaya dan sejarah  kemaritiman yang mendalam, cukup layak dijadikan sebagai poros maritim nusantara.

Inilah yang mendasari, Maritime Strategic Center bekerjasama dengan Kolase Nusantara menyelenggarakan Dialog Kebangsaan yang mengangkat tema “Banten Sebagai Poros Maritime Nusantara” di V-Nice Coffee and Bakery, Cilegon, Senin (18/3).

Forum diskusi lintas generasi ini menghadirkan Plh. Direktur Kerjasama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Kolonel Bakamla Salim, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Ir. Hj. Eneng Nurcahyati, serta Direktur Bantenolgi Dr. Helmi Fauzi M.Hum.

Dalam paparannya, Kolonel Bakamla Salim mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki sejarah kuat sebagai bangsa maritim, khususnya bila ditarik pada era kajayaan Sriwijaya dan Majapahit. Seperti kita ketahui, dua kerajaan tersebut di masa lalu memiliki pengaruh yang luar biasa besar dalam bidang maritim hingga ke tingkat regional (Asia Tenggara).

“Sejarah bangsa ini ialah sejarah maritim. Bangsa ini memiliki sejarah yang kuat sebagai bangsa maritim yang dibuktikan oleh sejarah yang tercatat pada era Sriwijaya dan Majapahit dahulu,” ungkapnya.

Ironisnya, menurut mantan Dansatrol Lantamal III tersebut, bangsa ini juga dikenal sebagai bangsa yang seringkali mengabaikan jati dirinya sebagai bangsa. Terlebih, dalam hal abai terhadap jati dirinya sebagai bangsa maritim yang kini coba dibangun kembali oleh pemerintah dengan mengangkat visi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Lebih jauhnya, masa lalu bangsa ini yang cukup lama dalam dekapan kolonialisme oleh bangsa-bangsa Eropa, juga turut berperan dalam menggerus sebagian besar jati diri bangsa ini sebagai bangsa maritim. Terlebih, dalam masa kolonialisme tersebut, bansga ini dibentuk ulang dalam tataran kontinental, yang justru bertahan hingga sekarang.

“Selain itu penjajahan di era kolonial yang mengaburkan sejarah bangsa kita sebagai bangsa maritim, akibat era kontinental yang di bangun oleh kolonial,” ujarnya.

Mengantisipasi permasalahan ini, Kolonel Salim berpesan, utamanya kepada generasi milenial agar memahami sejarah bangsanya sendiri, yakni jatidiri kita sebagai bangsa maritim.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

4 days ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

4 days ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

6 days ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

6 days ago

PMT Tanjung Intan Raih Green and Smart Port 2025 Predikat Bintang 3

Gresik (Maritimnews) - Komitmen PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Tanjung Intan memperkuat upaya keberlanjutan…

7 days ago

Menuju Danantara 2030: Cetak Biru Transformasi BUMN sebagai Pilar Kedaulatan Ekonomi dan Mesin Pertumbuhan Indonesia

Oleh : Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui…

1 week ago