Para pejabat berpose bersama saat menyambut kedatangan kapal pemudik gratis
MN, Lampung – Sebanyak 687 penumpang pemudik gratis yang diangkut kapal KRI Banda Aceh 593 Milik TNI AL dan kapal penyeberangan (Roll On- Roll Off) KMP Mutiara Berkah I milik PT Atosim Lampung Pelayaran, sandar di pelabuhan Panjang, Minggu pagi (2/6).
Kedatangan rombongan pemudik gratis disaksikan Kepala KSOP Kelas I Panjang Pranyoto, Kadishub Pemprov Lampung Qudratul Ikhwan, Komandan Pangkalan TNI AL Lampung Agung Priyo, General Manager IPC Panjang Drajat Sulistyo, perwakilan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan PT Jasa Raharja.
Para pejabat tersebut terlihat antusias ikut menyambut kedatangan rombongan pemudik yang menggunakan kapal KRI Banda Aceh 593 dan kapal KMP Mutiara Berkah I, setelah berangkat dari Dermaga Ex Presiden Tanjung Priok Jakarta Utara, pada Sabtu pagi (1/6).
Adapun kapal KRI Banda Aceh 593 TNI-AL tercatat mengangkut 140 unit motor dan 360 penumpang sedangkan Kapal Roro KMP Mutiara Berkah I angkut 135 unit motor dan 327 penumpang.
Kapal-kapal menempuh perjalanan laut jarak 120 mil atau selama sekitar 10 jam (Tanjung Priok – Panjang) dengan kondisi pelayaran relatif tenang baik ombak maupun angin.
Pranyoto menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholders pelabuhan Panjang yang telah berkoordinasi bersama, akhirnya rombongan pemudik gratis dilepas oleh Kadishub Pemprov Lampung untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halaman masing-masing.
(Bayu/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…