Carmelita: Pengusaha Nasional Tidak Boleh Jadi Penonton di Negeri Sendiri

Carmelita Hartoto

MN, Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Perekonomian kembali membahas kebijakan Daftar Negatif Investasi (DNI), guna membuka investasi seluas-luasnya dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto pun angkat bicara mengenai keputusan relaksasi DNI melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang direlease akhir 2018, salah satunya sektor Perhubungan yaitu angkutan Multimoda.

Carmelita berkeinginan agar Pemerintah Indonesia lebih selektif mengundang investor asing atau penanam modal asing (PMA) untuk melakukan investasi dalam pembangunan proyek infrastruktur, dengan lebih mengutamakan bidang Mega Project.

“Kami mengharapkan project yang diberikan kepada investor asing hendaklah selektif, Pemerintah dapat fokus pada Mega Project yang memang sulit dilakukan oleh investor atau pengusaha nasional,” jelas Carmelita kepada Maritimnews di Jakarta, Sabtu (3/8).

Kemudian perjanjian investasi, lanjut Memey panggilan akrab Carmelita, Pemerintah juga harus memperhatikan potensi pengusaha nasional. Sehingga Mega Project dapat mensubkan pekerjaan dibawahnya kepada pengusaha dan sumber daya manusia (SDM) nasional.

“Jangan sampai pengusaha nasional hanya bisa menjadi penonton dinegeri sendiri,” ujarnya.

Memey mengingatkan, nantinya bila Peraturan Presiden (Perpres) terkait DNI diluncurkan maka kesepakatan konglomerasi PMA atas Mega Project untuk membangun anak-anak perusahaan dari hulu sampai kehilir, hendaknya dibatasi.

“Nah, khusus angkutan multimoda kan bukan Mega Project, dimana pengusaha nasional bukan tidak mampu mengerjakan bidang tersebut. Jadi kami tidak setuju kalau itu dikeluarkan dari daftar DNI,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

82,7 Persen Publik Percaya Transparansi BPI Danantara, Modal Menjadi Korporasi Dunia

Danantara Indonesia dinilai turut memberikan optimisme kepada publik karena sinyal kinerja positif. Capaian itu terekam…

3 hours ago

Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo Gibran Mencapai 80,4 Persen

Jakarta (Maritimnews) – Panel Survey Indonesia (PSI) merilis hasil survei nasional mengenai Tingkat Kepuasan Masyarakat…

1 day ago

Program PELITA 2026 Dimulai di Rawa Badak Utara

Jakarta (Maritimnews) – Peluncuran program Pelindo Tanpa Balita Stunting (PELITA) 2026, IPC Terminal Petikemas bersama…

2 days ago

Pertengahan Juni 2026, Throughput IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang mencatat performa gemilang pada pertengahan tahun…

2 days ago

Negara Maritim yang Takluk di Lautnya Sendiri

Ketika negara gagal menjamin keselamatan warganya dalam aktivitas yang paling mendasar, maka yang dipertanyakan bukan…

2 days ago

Prestasi Penegakan Hukum Jangan Dibangun di Atas Kriminalisasi

oleh: Rizma Wulan Sari, SH, MH (Sekretaris Keluarga Besar Putra Putri Purnawirawan Hakim Indonesia/KB P3HI)…

2 days ago