Categories: HLOpiniTerbaru

Manuver Asing yang terus Gerogoti Kedamaian Papua, Pemerintah Wajib ungkap Pelakunya

Bendera negara-negara Pasifik bersama bendera Papua Merdeka.

Oleh : Zulfikar Ahmad*

Pemerintah wajib ungkap dan usut pihak asing yang terus gerogoti kedamaian Papua dengan memprovokasi isu separatis di Papua. Terdapat berbagai pihak yang ikut bermain di tanah Papua. Berbagai pihak.yang berlatar belakang bedapun ikut bermain atas instabilitas Papua. Hal ini tidak lain ingin menghancurkan Indonesia khsuusnya pemerintah yang sah.

Berbagai alasan dan kepentingan bertemu untuk membuat kekacauan demi kekacauan di.Indonesia. Pemerintah Indonesia tidak boleh lengah dan lemah menghadapinya. Pemerintah harus.mengungkap dan mengusut pihak pihak.yang terlibat.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, ada sekitar 20 negara yang ikut menyebarkan berita hoaks. Pihaknya pun menemukan 500 ribu URL hoaks penyebab kerusuhan di Papua tadi.

Timbul pertanyaan, siapa yang mendesain dan membuat propaganda hoaks? Sejauhmana mereka telah merasuki berbagai.indoktrinasi sesat terhadap orang Papua? Adakah peran “asing” di sana?

Pihak “Asing” tentunya tidak bekerja sendiri dalam memuluskan agendanya membuat Papua rusuh untuk menguasai Papua demi kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial politiknya. Mereka pihak asing dan kompradornya berkonspirasi dengan pihak pihak jaringan di dalam negeri melalui berbagai isu propaganda yang ujungnya mendorong Papua merdeka. Isu papua selalu dijadikan komoditas politik elit politik nasional dalam melakukan bargaining untuk kepentingan kekuasaan dan jabatan.

Sejak dahulu kelompok politik Papua seperti United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bersama-sama aktif menyuarakan tuntutan agar pemerintah Indonesia mengakui kedaulatan bangsa Papua Barat. Berbagai manuver di luar negeri terus dilakukan dengan cara yang tidak gentlemen. Rakyat Papua dimanipulasi dengan sedemikian rupa dengan berbagai tipu daya sementara oknum-oknum tersebut yang berjuang di luar negeri menikmati hidup dengan bersenang-senang.

Pada saat peringatan HUT kemerdekaan RI mereka juga terus memprovokasi masyarakat Papua agar mendukung propaganda mereka untuk membentuk opini di dunia internasional bahwa seolah-olah seluruh masyarakat Papua tidak mengakui entitasnya dalam NKRI. Sehingga dijadikan “pintu masuk” oleh salah satunya seperti Benny Wenda bersama ULMWP melalui gerakan pragmatis mereka khususnya di wilayah Pasifik Selatan.

Hal itu untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua. Berkat upaya diplomasi Indonesia dan penciptaan suasana kondusif oleh segenap komponen bangsa di Papua, .maka negara-negara Pasifik Selatan tidak terlalu merespons ide Benny Wenda dan kelompoknya.

Memang harus diakui bahwa kerawanan terkait gangguan kelompok separatis di Papua masih sangat mengkhawatirkan dan masuk dalam level serius menurut teori Robert Ring. Itu ditandai masih banyaknya aksi aksi kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata. Hal ini seperti terdapatnya korban tewas dari beberapa personel aparat kemanan yang bertugas di Papua oleh aksi aksi kelompok separatis.

Perang propaganda terkait berbagai isu di Papua diperkirakan akan terus berlanjut karena oknum-oknum kelompok Papua Merdeka terus mepengaruhi kelompok yang ada di luar negeri agar mendapat simpatik dengan terus berupaya memanfaatkan dan menggoda agar isu Papua merdeka “laku dijual” seperti.di arena acara Melanesian Spearhead Groups dan Pasific Islands Forum di wilayah Melanesia.

Bukan hanya itu, keterlibatan pihak asing juga disinyalir berasal dari kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dalam kerusuhan di Papua beberapa minggu ke belakang seperti yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.

Terorisme di Bumi Cendrawasih?

Polri mengklaim bahwa sejak dua tahun ke belakang, kelompok teroris Jamaah Ansarut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS memang sudah beroperasi di Papua.

Menurut Polri, JAD telah aktif di beberapa wilayah di Papua seperti Jayapura, Wamena, Fakfak, Manokwari, dan Merauke. Polri bahkan mengklaim, bahwai tahun lalu, Densus 88 sudah menggagalkan rencana JAD untuk melakukan pengeboman di Polres Manokwari.

Untuk itu, Polri akan terus mendalami tentang keterlibatan kelompok ini dalam kerusuhan di Papua. Semoga Pemerintah Indonesia tetap tegas dan tidak lelah dalam menjaga Papua dari berbagai ancaman propaganda.asing. Apalagi menurut berbagai kalangan ada tiga isu krusial yang dapat “menggoncangkan” pemerintahan Jokowi ke depan yaitu perpindahan ibukota ke Kalimantan Timur, isu Papua merdeka dan kondisi perekonomian nasional yang dipengaruhi resesi global serta pertarungan ekonomi berbagai.negara digdaya yang dapat kena imbasnya sewaktu.waktu bagi Indonesia.

Untuk itu diperlukan peran semua komponem dalam menjaga kedaulatan NKRI.serta berbagai propaganda asing salah satunya dengan melawan hoax dan menyebar bergagai konten positif yang dapat mempersatukan serta meng-counter propaganda yang memecah belah. Menjalin berbagai kebersamaan tanpa memdakan latar belakang dalam kegiatan kegiatan positip yang menumbuhkan optimisme dan kemajuan bangsa.

 

*Pegiat Sosial Media Independen

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

ABUPI Konsolidasikan Kekuatan Nasional, Satukan Stakeholder Perkuat Kolaborasi Jasa Kepelabuhanan

Jakarta (Maritimnews) - Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada…

14 hours ago

Abu Dhabi Ports Group Lirik MNP

Makassar (Maritimnews) - Peluang kolaborasi internasional di sektor kepelabuhanan dan kawasan industri semakin terbuka setelah…

5 days ago

Bank Mandiri Siap Dukung Infrastruktur Pelindo di Indonesia Timur

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkuat sinergi…

6 days ago

Triwulan I 2026, IPC TPK Panjang Tumbuh 2,06%

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) area Panjang berhasil menjaga produktivitas…

6 days ago

Pelindo Konsisten Jaga Kelestarian Lingkungan Laut

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…

1 week ago

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

1 week ago