Komisi VI DPR Dorong Akses Jalan Tol Dukung MNP

Kunjungan pimpinan dan anggota Komisi VI DPR RI di MNP, Kamis (19/12)

MN, Makassar – Dalam kunjungan kerja anggota Komisi VI DPR RI ke Makassar New Port (MNP) meninjau kondisi progres pembangunan MNP, Kamis (19/12), mereka sepakat memberi dukungan mendorong Kementerian PURR merealisasikan “sambungan” jalan tol akses pelabuhan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang yang berkesempatan mendampingi para anggota Komisi VI mengatakan, bahwa kunjungan kerja anggota Dewan yang salah satunya membidangi BUMN adalah untuk melihat secara langsung lapangan baik kemajuan maupun kendala investasi proyek MNP selaku PSN program Pemerintah.

“Kami berharap akses menuju jalan tol sebagai pendukung infrastruktur MNP segera terealisasi, mengintegrasikan MNP dan pelabuhan lama. Truk pun akan semakin nyaman dan memangkas waktu,” jelas Farid Padang kepada Maritimnews di Makassar, Jumat (20/12).

Pelindo IV dalam pengerjaan proyek MNP, terlibat BUMN lain seperti PT Adi Karya dan PT PP (Persero) Tbk. Saat ini pembangunan MNP sendiri untuk tahap I paket A secara keseluruhan sudah 100%, sedangkan paket B (container yard) mencapai 80%.

“Hanya sedikit tambahan saja, target berada di titik sekitar daerah pertigaan Buloa yang berjarak 4 km dari gerbang MNP. Tujuannya agar truk petikemas atau kargo dapat langsung masuk jalan Tol Reformasi,” terangnya.

Rencana tambahan akses jalan menyambung dengan jalan tol tersebut merupakan program jangka pendek Corporate yang diusulkan kepada pengelola Jalan Tol, sedangkan jangka panjangnya akan merealisasikan coastal road (jalan sejajar dengan jalur kereta api sampai ke Pare Pare).

Salah satu titik macet dilampu merah jalan galangan kapal

Jalan Tak Layak

Dari pengamatan Maritimnews, fasilitas MNP yang modern dengan kedalaman -16 LWS belum didukung akses jalan ideal. Dimana jalur jalan sempit, sementara bebannya bertambah oleh kehadiran truk petikemas 20′ dan 40′ serta kargo yang berlalu lalang.

Truk dari/ke MNP jelas terkendala akses jalan yang tak layak, khususnya menghadapi kemacetan di beberapa titik sepanjang 16 km sampai pintu tol. Terlihat padat karena harus melewati jalan Galangan Kapal, lampu merah pertigaan, pemukiman penduduk, TPU Beroangin, serta pasar Pannampu.

Saat ini memang tidak ada pilihan akses lain kecuali jalan sempit bagi truk-truk petikemas atau kargo agar dapat menjangkau lokasi MNP atau sebaliknya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

2 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

2 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

2 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

3 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

3 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

4 days ago