Pelindo IV Terus Genjot Potensi Direct Export

Dirut PT Pelindo IV, Prasetyadi

MN, Makassar – Dalam rangka memenuhi kebutuhan dunia internasional melalui direct call yang dapat berimpact pada perputaran ekonomi masyarakat, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) terus menggenjot potensi direct export di beberapa pelabuhan Pelindo IV di timur Indonesia.

Hal itu diutarakan Dirut PT Pelindo IV Prasetyadi di Makassar, Kamis (29/10) sekaligus menegaskan, bahwa BUMN yang bergerak dibidang jasa kepelabuhanan ini tak berhenti melakukan inovasi pelayanan, terutama operasional kapal dan bongkar muat barang di pelabuhan, termasuk di masa pandemi Covid-19.

Salah satunya di Provinsi Sulawesi Tengah yang melaunching direct export perdana sebanyak 12 petikemas berisi kelapa biji dan kayu olahan guna dikirim ke beberapa negara di benua Asia dari Pelabuhan Pantoloan.

Baru-baru ini GM PT Pelindo IV Cabang Pantoloan, Nengah Suryana Jendra mengatakan, direct export merupakan sinergi antara Pelindo IV dengan Pemprov Sulteng, eksportir dan perusahaan pelayaran asal Korea Selatan, Sinokor Merchant Marine Co, Ltd.

Menurut Nengah, sudah lama komoditas asal Sulteng merambah pasar global seperti cokelat, rotan, jagung, arang, kayu olahan dan kelapa biji.

Hanya saja selama ini diketahui bahwa komoditas tersebut berasal dari Surabaya dan Jakarta karena dikirim ke luar negeri melalui pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Priok, Jakarta.

“Tidak ada data ekspor tercatat oleh Pemprov Sulteng karena semuanya terdata di Surabaya dan Jakarta, padahal komoditasnya dari Sulteng,” ucap Nengah.

Sebelumnya, pada Maret tahun 2020, manajemen PT Pelindo IV telah bekerja sama dengan SeaLand milik Maersk Line Group melakukan direct call atau pelayaran langsung ke luar negeri melalui Terminal Peti Kemas Makassar (TPM).

Adapun komoditas yang di ekspor, antara lain produk perikanan seperti ikan beku, udang, gurita, cumi dan rumput laut (banyak terdapat di wilayah Sulawesi Selatan) dan diangkut menggunakan kapal Maersk Wolgast milik SeaLand.

Kemudian di Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Balikpapan, data Pelindo IV mencatat kegiatan ekspor impor mencapai 783 box petikemas per bulan dengan komoditas berupa plywood, rumput laut, bungkil, spare part dan oli bekas (negara Jepang, Korea, Shanghai, serta China).

Untuk diketahui, seluruh kegiatan ekspor impor di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dipastikan bakal melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau sebagai Hub Port.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

5 days ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

6 days ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

2 weeks ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

2 weeks ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 weeks ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

2 weeks ago