JAI Tbk Punya Empat Kapal Tunda Baru

Kegiatan pemanduan kapal di pelabuhan Banten

MN, Jakarta – Sejak kuartal pertama tahun 2020, PT Jasa Armada Indonesia Tbk, anak usaha PT Pelindo II (Persero) merespons kondisi ekonomi global di saat pandemi Covid-19 dengan melakukan pendekatan market baru guna perluasan pasar.

Untuk itu manajemen JAI Tbk atau IPCM menambah empat armada kapal tunda baru dengan daya 2×2200 HP yang dibangun oleh galangan di Batam, dalam rangka mendukung perluasan pasar dimaksud.

Dirut IPCM, Amri Yusuf dalam keterangan persnya, Senin (12/4) mengatakan, keberadaan empat kapal tunda baru diharapkan mampu mendukung perusahaan meraih market baru, serta tetap memberikan layanan terbaik bagi market yang telah dimiliki selama ini.

Sedangkan laporan keuangan PT JAI Tbk (IPCM) sepanjang tahun 2020 menjelaskan, emiten layanan pemanduan (pilotage) dan penundaan kapal (towage) mencatatkan penurunan laba bersih 10,90%, menjadi Rp 80,23 miliar di tahun lalu dari tahun sebelumnya Rp 90,04 miliar.

Sebaliknya meski IPCM mencatatkan penurunan laba bersih, pendapatan dari penjualan malah tercatat naik 2,18% menjadi Rp 696,56 miliar dari posisi awal di angka Rp 681,67 miliar.

Sepanjang tahun 2020, beban pokok penjualan turun 1,36% dari semula Rp 476,96 miliar menjadi Rp 470,48 miliar.

Aset IPCM mengalami apresiasi sebesar 10,08% dari sebelumnya di angka Rp 1,27 triliun pada tahun 2019 silam, naik menjadi Rp 1,40 triliun tahun lalu. Terdiri atas aset lancar yang naik 8,13% jadi Rp 824,08 miliar, sebelumnya Rp 762,15 miliar. Aset tindak lancar juga ikut naik 12,97% menjadi Rp 584,20 miliar dari Rp 517,15 miliar.

Catatan lonjakan tinggi terjadi pada pos liabilitas, yang meningkat 58,41%. Liabilitas naik menjadi Rp 316,64 miliar dari sebelumnya Rp 199,89 miliar.

Liabilitas jangka pendek perusahaan meningkat 46,96%, naik dari Rp 199,89 miliar menjadi Rp 293,76 miliar.

Liabilitas jangka panjang, IPCM tercatat tidak memiliki kewajiban pembayaran jangka panjang di tahun 2019. Namun dii tahun 2020 berubah menjadi Rp 22,87 miliar.

Lalu ekuitas perusahaan mengalami pertumbuhan 1,13% dari sebelumnya sebesar Rp 1,07 triliun menjadi Rp 1,09 triliun tahun lalu.

“Tahun 2020 jadi awal penyesuaian bisnis usaha dalam menghadapi era new normal, di mana industri maritim termasuk cukup tahan banting menghadapi pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Seperti dikutip Bisnis.com, awal tahun 2021, PT JAI Tbk atau IPC Marine Service meraih pasar baru antara lain, jasa pemanduan dan penundaan kapal di Pelabuhan Patimban, kontrak Jawa Satu Power, dan kontrak Kanci I – II, serta masih ada sekitar enam proyek dalam pipeline sedang tahap pendekatan.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Abu Dhabi Ports Group Lirik MNP

Makassar (Maritimnews) - Peluang kolaborasi internasional di sektor kepelabuhanan dan kawasan industri semakin terbuka setelah…

3 days ago

Bank Mandiri Siap Dukung Infrastruktur Pelindo di Indonesia Timur

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkuat sinergi…

5 days ago

Triwulan I 2026, IPC TPK Panjang Tumbuh 2,06%

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) area Panjang berhasil menjaga produktivitas…

5 days ago

Pelindo Konsisten Jaga Kelestarian Lingkungan Laut

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konsisten…

6 days ago

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

1 week ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

1 week ago