Pelindo Bersatu, Indonesia Semakin Kuat

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Bersatu

MN, Jakarta – Komitmen dan integrasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dari empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelabuhan, menjadi satu perusahaan akan menjunjung negara Republik Indonesia semakin bertambah kuat menuju Poros Maritim Dunia. Seperti pepatah lawas “Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh” membangun persatuan untuk mewujudkan kekuatan.

Sebagai pintu gerbang perekonomian, pelabuhan dengan standarisasi pelayanan, pengendalian proses bisnis, serta efisiensi dan punya daya saing, bakal menekan biaya logistik. Secara ekonomi, pelabuhan berfungsi menjadi penggerak roda perekonomian atau fasilitas yang dapat memudahkan distribusi hasil produksi/perdagangan, baik ekspor impor maupun domestik.

Mengutip pernyataan Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo bahwa, suatu keharusan mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional melalui bersatunya PT Pelindo (Persero) I, II, III, dan IV, yang dapat mempermudah pengembangan perencanaan perusahaan yang lebih holistik untuk jaringan pelabuhan di masa mendatang.

“Selama situasi di mana Pelindo terdiri dari empat perusahaan di wilayah operasi regional berbeda, kami kesulitan merencanakan alur dan investasi yang bisa mendukung efisiensi biaya logistik nasional. Kondisi empat Pelindo juga menyebabkan layanan operasional pelabuhan belum terstandar,” kata Kartika di Rapat Kerja antara Kementerian BUMN dan Komisi VI DPR RI yang digelar secara daring pada Selasa, 29 – 30 Juni 2021.

Sedangkan Ketua Organizing Committee (OC) Integrasi Pelindo sekaligus Direktur Utama PT Pelindo (Persero) II, Arif Suhartono menjelaskan, melalui integrasi, Pelindo bakal memiliki kontrol dan kendali strategis. Pengembangan perencanaan akan menjadi lebih holistik untuk jaringan pelabuhan, yang akhirnya berkontribusi secara signifikan terhadap efisiensi biaya logistik nasional.

Arif Suhartono menegaskan, melalui integrasi maka pengembangan BUMN Pelabuhan lebih fokus sesuai dengan lini bisnisnya, Pelindo Bersatu akan dikelompokkan ke dalam klaster-klaster bisnis. Empat klaster yang dibentuk setelah penggabungan BUMN Pelabuhan, yakni peti kemas, non peti kemas, logistik & hinterland development, dan marine, equipment & port services.

Dimana pengelompokan klaster-klaster bisnis tersebut diatas, sangat diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan, salah satunya melalui kualitas pelayanan lebih baik serta peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM (sumber daya manusia) perusahaan.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia; integrasi adalah pembauran sampai menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh)

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 hours ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

5 hours ago

PMT Tanjung Intan Raih Green and Smart Port 2025 Predikat Bintang 3

Gresik (Maritimnews) - Komitmen PT Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Tanjung Intan memperkuat upaya keberlanjutan…

15 hours ago

Menuju Danantara 2030: Cetak Biru Transformasi BUMN sebagai Pilar Kedaulatan Ekonomi dan Mesin Pertumbuhan Indonesia

Oleh : Arief Poyuono Komisaris PT Pelindo (Persero) Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui…

2 days ago

QCC 17 row Resmi Beroperasi di IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) Panjang mulai mengoperasikan secara resmi…

2 days ago

Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) resmi memasuki usia 13 tahun dalam melayani…

5 days ago