Selamatkan Generasi Bangsa, PKP Nyatakan Perang Terhadap Peredaran Narkoba

 

 

 

Dok Foto: BNN

 

Jakarta (Maritimnews) – Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) menolak tegas adanya wacana untuk melegalkan peredaran ganja secara bebas dalam rangka menyelamtkan generasi bangsa.

Hal itu dinyatakan oleh Sekjen PKP Irjen Pol (Purn) Dr Syahrul Mamma, SH, MH kepada awak media, Kamis (3/2). Menurut dia, penggunaan narkoba khususnya ganja masih sangat rawan di mana-mana. Anak-anak remaja dan pemuda masih sangat rentan mengonsumsi narkoba.

“Bahkan sejenis bahan-bahan berbahaya seperti lem aibon, spirtus, dan alkohol murni juga masih banyak digunakan, sehingga masalah penggunaan bahan-bhan berbahaya ini harus diawasi secara ketat. Dalam hal ini PKP secara tegas menolak kalau ada wacana ingin melegalkan ganja,” kata Syahrul.

Wacana untuk melegalkan ganja sebagai komoditi yang digunakan untuk keperluan medis dan dapat mendongkrak ekonomi telah berhembus di Indonesia sejak 2019. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui World Heatlh Organization (WHO) pada tahun 2019 juga sudah menghapus ganja dari kategori obat berbahaya di dunia.

Sejumlah negara seperti Thailand, Jerman, Kanada, Meksiko dan Australia telah melegalkan peredaran ganja. Namun untuk Indonesia, wacana ini masih menjadi perdebatan dan pro-kontra di sejumlah kalangan.

“Apapun nama yang masih berbau narkoba kita tetap menolak keras demi menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa. Ada pameo yang menyatakan kalau ingin menghancurkan suatu bangsa, hancurkan generasi mudanya terlebih dahulu,” tegasnya.

Sekjen PKP Irjen Pol (Purn) Dr Sayhrul Mamma, SH, MH

Mantan Wakabareskrim ini mewanti-wanti betul mengenai peredaran narkoba di Indonesia yang angkanya terus meningkat.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Badan Pusat Statistik (BPS), disebutkan kondisi penduduk Indonesia yang terpapar narkotika, pertama adalah kelompok yang pernah mengonsumsi narkotika sebanyak 4.534.744 pada 2019.

Angka ini naik menjadi 4.827.619 pada 2021. Kedua, kelompok setahun pemakai yakni 3.419.188 pada 2019 meningkat menjadi 3.662.646 pada 2021. Maka kesimpulannya prevalensi mengalami kenaikan yakni pada 2019 sebesar 1,8% menjadi 1,95% pada tahun 2021 atau mengalami kenaikan 0,15%.

Syahrul yang pernah menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Selatan itu berharap agar generasi bangsa ini dapat diselamatkan dari bahaya narkoba.

“Berdasarkan temuan, dulu kita hanya sebagai tujuan perdagangan (narkoba), tetapi sekarang sudah menjadi tempat produksi. Harapan kita dari PKPbahwa petugas yang punya kewenangan dalam hal ini Polri dan BNN beserta instansi lainnya harus lebih tegas dalam penanganan terhadap penyalahgunaan narkoba tetap dengan melibatkan masyarakat,” tegasnya.

Sambung dia, peran masyarakat sangat penting khususnya para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya dalam lingkungan pergaulannya di masyarakat.

“PKP sebagai Rumah Besar Para Pejuang menghendaki agar para orang tua ini menjadi pejuang untuk membina keluarganya sehingga dapat menjadikan anak-anaknya sebagai remaja dan pemuda yang punya rasa tanggung jawab dalam rangka menjadi generasi penerus bangsa,” jelasnya.

PKP juga menyoroti pelaksanaan proses rehabilitasi pengguna narkoba, di mana saat ini belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

“PKP mendorong pemerintah khususnya kementerian dan lembaga yang punya kewenangan terkait di bidang rehabilitasi agar dilaksanakan secara konsisten  dengan sinergitas yang baik. Mereka yang direhabilitasi adalah pengguna sebagai korban penyalahgunaan narkoba, sehingga mereka tidak mengulangi kembali perbuatannya. Sedangkan untuk pengedar atau yang memproduksi harus ditindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya. (*)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

19 hours ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

2 days ago

Direct Baru di IPC TPK, MV AS Carolina ke Tiongkok Selatan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana…

4 days ago

IPC TPK ReWear Project & Seragam Bekas

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menghadirkan langkah inovatif dalam mendukung keberlanjutan…

4 days ago

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pasca Lebaran Terkendali

Jakarta (Maritimnews) - Aktivitas kunjungan kapal dan arus petikemas pasca Lebaran di lingkungan IPC TPK…

1 week ago

Langkah Transformasi Digital Pertamina Dinilai Positif

Jakarta (Maritimnews) - Mengacu hasil survey Lembaga riset strategis Citra Nasional Network (CNN) yang dirilis…

2 weeks ago