Ayu saat pemaparan program Inaportnet di Indonesia dalam sidang IMO London
London (Maritimnews) – Indonesia kini masuk dalam 20 besar negara di dunia yang memiliki performa pelabuhan laut terbaik berdasarkan data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). Data mengacu dari rata-rata pergerakan kapal kontainer dari 1.000 GT ke atas dalam waktu semester I-2022.
Negara Indonesia berada di peringkat 9 dibawah Kanada, Australia, Rusia, Amerika Serikat, Jerman, Yunani, Prancis dan Italia. Dimana rata-rata kedatangan (call) kapal kontainer berdasarkan data dari UNCTAD, Indonesia berada di atas rata-rata pelabuhan yang ada di dunia.
Rata-rata pergerakan kapal di pelabuhan di dunia mencapai 20,1 sedangkan Indonesia mencapai 24,9. Capaian rata-rata dari turnaround time untuk kapal kontainer naik 13,7 persen dibandingkan tahun 2020 dan 2021.
Hal positif itu terungkap saat implementasi program Inaportnet Indonesia pada Sidang 47th Facilitation Committee Meeting (FAL 47) yang berlangsung pada tanggal 13 – 17 Maret 2023 di Markas Besar IMO London, Inggris.
Adapun presentasi program Inaportnet di Indonesia dalam Sidang IMO tersebut disampaikan oleh Ayu Kharizsa, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang telah berkecimpung selama 13 tahun di bidang IT, salah satunya adalah Inaportnet.
Kepala Bagian Organisasi dan Humas, Wisnu Wardana mengatakan, bahwa keberhasilan Inaportnet tidak lepas juga dari kerja sama seluruh instansi baik Kementerian dan Lembaga yang memiliki komitmen besar untuk melakukan perubahan dan perbaikan layanan kepelabuhanan di Indonesia.
Menariknya, kata Wisnu, sosok Ayu Kharizsa wanita Ditjen Perhubungan Laut yang memaparkan implementasi Inaportnet di Indonesia secara langsung di depan perwakilan negara anggota IMO, menunjukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di sektor maritim yang secara konsisten dilakukan Indonesia, sejalan dengan salah satu program IMO yakni, Pemberdayaan perempuan di industri maritim atau Empowering Woman in Maritime.
Inaportnet sendiri merupakan bagian dari Indonesia National Single Window (INSW) yang merupakan upaya Pemerintah Indonesia memperlancar kapal masuk pelabuhan, kegiatan bongkar muat dan kapal meninggalkan pelabuhan yang sangat berpengaruh terhadap lamanya kontainer berada di pelabuhan.
Melalui program Inaportnet, negara Indonesia telah membuat capaian yang cukup signifikan dengan sistem yang dibangun melalui Inaportnet maupun sistem yang dibangun oleh kementerian Perhubungan serta institusi terkait.
(Bayu Jagadsea/MN)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…