Prospek Hub Port Priok, Terobosan TPK Koja dan Meratus Line

Indra Sani

Ciawi (Maritimnews) – Dalam rangka mewujudkan pelabuhan Tanjung Priok menjadi National Hub Port sebagai upaya meningkatkan konektifitas dan menekan cost logistic, KSO TPK Koja mencoba berkolaborasi dengan Meratus Line yang dapat berperan feeder dengan mengumpulkan cargo dari beberapa pelabuhan agar menerapkan transhipment port terbesar di Tanjung Priok Jakarta.

Hal itu dikatakan GM KSO TPK Koja, Indra Hidayat Sani dalam acara Media Gathering bertema “Memperkuat Tali Silaturahmi TPK Koja & Forum Wartawan Maritim Indonesia” yang dihadiri seluruh manajemen KSO TPK Koja, serta Chief Trade Officer Meratus Line, Budi Muljono Rachman dan Kacab Meratus Jakarta, Steven Kristanto di PMLI Ciawi, 19 – 20 Februari 2024.

Dalam kesempatan silaturahmi tersebut, Indra Hidayat Sani juga memaparkan soal pencapaian kinerja KSO TPK Koja dan target perusahaan di tahun 2024, sekaligus menekankan peluang pasca merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang siap mengsupport pelanggannya guna menghadapi tantangan kedepan. Termasuk mimpi mewujudkan keberadaan Tanjung Priok sebagai Hub Port.

“Kami terus meningkatkan value added, mengantisipasi kendala pengembangan fasilitas pelabuhan di TPK Koja yang mana lahannya sudah terbatas. Bahkan dalam waktu dekat, kami segera menambah fasilitas alat bongkar muat, yakni tiga crane tipe super post panamax,” jelas Indra Sani.

Sementara itu Chief Trade Officer Meratus Line, Budi Muljono Rachman menerangkan, bahwa dalam upaya menjadikan pelabuhan Tanjung Priok menjadi National Hub Port atau Transhipment Port terbesar di Indonesia haruslah didukung oleh seluruh instansi terkait. Khususnya Bea dan Cukai, misal soal aturan yang memudahkan para cargo owner untuk kegiatan ekspor dan impor.

“Meratus Line akan berupaya menarik cargo petikemas dari pelabuhan Teluk Bayur, Palembang, Panjang, Banjarmasin dan Samarinda untuk Transhipment di Tanjung Priok. Upaya ini jelas membutuhkan kebersamaan, salah satunya aturan dari Kemenkeu guna mendukung proses mengalih-muatkan cargo ekspor ke kapal besar di Hub Port agar dapat menekan cost logistic,” tandas Budi.

(Bayu Jagadsea/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

1 day ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

2 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 days ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

2 days ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

3 days ago

Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan

Jakarta (Maritimnews) – Tanggal 1 Oktober menjadi momentum penting bagi PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Selain…

4 days ago