Categories: Pelabuhan

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) – Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41% produksi dunia, dengan tujuan utama ekspor meliputi Amerika Serikat, Belanda, Brazil, dan negara-negara Asia. Komoditas unggulan tersebut, termasuk banyak di provinsi Jambi.

IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mendukung kelancaran ekspor kayu manis sebagai komoditas unggulan daerah melalui optimalisasi layanan di Terminal Petikemas Pelabuhan Talang Duku. Upaya ini sejalan dengan kerja sama strategis antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Jambi dan Cassia Co-Op dalam mendorong ekspor kayu manis asal Kerinci ke pasar global.

Melalui kolaborasi ini, ekspor kayu manis menggunakan petikemas ditargetkan mencapai 1.500 ton sepanjang tahun 2026, dengan tujuan pasar Amerika, Eropa, dan Asia. Indonesia merupakan salah satu produsen utama kayu manis dunia dengan kontribusi sekitar 20% terhadap pasokan global, sementara wilayah Kerinci di Provinsi Jambi menjadi salah satu sentra utama yang menyumbang sebagian besar produksi nasional dan dikenal sebagai penghasil kayu manis berkualitas ekspor.

Manager Operasi IPC TPK Area Jambi, Wedhar Tani Aji, menyampaikan bahwa kesiapan operasional terminal menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran arus ekspor.

“Sebagai operator terminal, kami memastikan kesiapan layanan logistik agar tetap efisien dan terintegrasi sehingga distribusi dapat berlangsung lebih lancar dan tepat waktu. Hal ini menjadi kunci dalam menjaga daya saing komoditas unggulan daerah di pasar global” ujarnya.

Wedhar menambahkan, bahwa Jambi memiliki beragam potensi komoditas unggulan yang memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar internasional seperti kopi, karet, pinang, dan lainnya. Kehadiran pelabuhan dan sistem logistik yang andal diharapkan dapat menjadi penghubung bagi produk-produk lokal agar semakin dikenal di pasar dunia.

Kolaborasi ini tidak hanya memperlancar distribusi, tetapi juga memperluas akses pasar internasional bagi komoditas lokal serta meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha dan petani di daerah. Dengan dukungan sistem logistik yang efisien, kayu manis Kerinci diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok rempah dunia.

(Bayu Jagadsea/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

Karyawan APBS Perkara Pengerukan Pelindo Harus Diputus Bebas Demi Hukum

Oleh: Malvin Berimbing, SH., MH . Direktur Eksekutif LBH-BUMN Indonesia sedang berada pada fase penting…

10 hours ago

FSP BUMN Bersatu: Kasus 6 Karyawan PT APBS, Bentuk Kriminalisasi Kejaksaan

Surabaya (Maritimnews) - Tidak ada bukti selama persidangan adanya aliran Dana ke enam Karyawan PT…

11 hours ago

Pilihan Prioritas Pembangunan Dry Port di Provinsi Jawa Tengah

oleh: Dr Dayan Hakim NS, Dosen Tetap Program MM Universitas Jayabaya Dry port (atau pelabuhan…

16 hours ago

Kawasan Industri dan Hilirisasi, Harapan Pelabuhan di Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - Peran pelabuhan laut sebagai pintu gerbang perdagangan dan perekonomian, membutuhkan keberadaan…

19 hours ago

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

1 week ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

2 weeks ago