
MN, Balikpapan – Pasca Gempa bumi disertai Tsunami yang melanda Palu dan Donggala Sulawesi Tengah dengan kekuatan 7,7 SR, bantuan kemanusian pun mengalir dari berbagai unsur masyarakat. Bencana mengakibatkan kerusakan bangunan dan jalan, jembatan putus serta telah menelan banyak korban jiwa.
Selaku UPT Ditjen Perhubungan Laut, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan turut berempati dengan membuka Posko Bantuan Bencana Alam Palu-Donggala di area Pelabuhan Semayang, guna menampung bantuan kemanusiaan berupa barang, makanan maupun obat-obatan serta kebutuhan Balita dan wanita.
“Posko KSOP Balikpapan akan menampung siapa saja yang akan membawa bantuan kemanusiaan, termasuk para relawan,” jelas Kepala KSOP Balikpapan, Capt Jhonny Silalahi kepada Maritimnews, Senin (1/10).
Pihak KSOP Balikpapan mengerahkan seluruh kekuatan personal baik itu kapal PELNI, kapal Swasta maupun kapal Negara di pelabuhan Semayang dalam rangka mensupport bantuan kemanusiaan dari kota Balikpapan dan sekitarnya dengan tujuan Palu dan Donggala,
Terkait pengiriman bantuan, terang Jhonny, petugas dilapangan harus memperhatikan faktor keselamatan antara lain, dalam pemuatan harus dilasing/diikat dengan baik – Kemasan cair harus dalam keadaan baik (hindari drum plastik) – Barang berbahaya wajib koordinasi dengan Nakhoda dan diberi penanfaan – Semua barang ada tulisan penjelasan agar tidak rusak – Jangan asal tumpuk sehingga rusak – Khusus makanan dijauhkan dari bahan yang bisa mencemari.
“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita di Palu dan Donggala. Semoga segala uluran tangan saudara dapat membantu dan bermanfaat bagi yang memerlukan,” pungkasnya.
(Bayu/MN)






