
MN, Bengkulu – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini S Soemarno beserta Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, Deputi Infrastruktur Bisnis Hambra, dan Staf Khusus Kementerian BUMN Wianda Pusponegoro meninjau langsung beberapa titik bencana di Bengkulu.
Rombongan tersebut juga meninjau Posko bantuan BUMN Peduli yang bertempat di halaman kantor PT Pelindo II Bengkulu, sekaligus ikut menyerahkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir dan longsor di Tanjung Agung Palik, Kampung Pesisir dan Kampung Nelayan.
Seperti diketahui Kementerian BUMN telah menunjuk PT Pelindo II/IPC sebagai koordinator BUMN Peduli dalam penyaluran bantuan tanggap darurat bagi musibah banjir dan tanah longsor maupun jembatan putus di beberapa wilayah bencana di provinsi Bengkulu.

Di bawah koordinasi IPC, bantuan BUMN sejauh ini telah terhimpun dana senilai kurang lebih Rp 870 juta. Bantuan tersebut berasal dari sinergi BUMN antara lain IPC, PLN, Kimia Farma, BRI, BNI, PTPN VII, Mandiri, Telkom, Perum Bulog, Jasa Raharja dan Taspen.
Direktur SDM IPC, Rizal Ariansyah, saat menyerahkan bantuan IPC Peduli di Posko BUMN Peduli, Selasa (30/4), mengatakan, IPC berkoordinasi dan kolaborasi dengan Pemda, TNI/Polri serta BUMN guna bersama-sama menanggulangi bencana banjir dan longsor di Bengkulu.
Sementara bantuan didistribusikan kepada warga 10 kecamatan yang terdampak banjir dan tanah longsor. Diperkirakan jumlah bantuan pun akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya BUMN yang berpartisipasi dalam penyaluran bantuan bagi korban bencana di provinsi Bengkulu.

General Manager IPC Bengkulu, Nurkholis Lukman menerangkan, bahwa bantuan berupa sembako, obat-obatan dan tenaga medis, perlengkapan rumah tangga, alat kebersihan, nasi bungkus dan kebutuhan lain diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Bengkulu.
“Pendistribusian kepada warga korban banjir dan longsor akan melibatkan BPBD Bengkulu serta Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri,” pungkasnya.
(Bayu/MN)






