Drajat di pelabuhan Panjang, Provinsi Lampung

MN, Bandar Lampung – Dalam rangka mengimplementasikan trade facilitator, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC perlu memberdayakan stakeholders terkait baik Pemerintah Pusat dan Daerah, asosiasi pelaku usaha dan cargo owner yang disebut sebagai pilar utama untuk menerapkan strategi port ecosystem.

“Kunci keberhasilan memberdayakan pilar utama guna meningkatkan roda perekonomian, membutuhkan strong leadership yang memahami proses bisnis juga sinergisitas,” jelas General Manager IPC Panjang, Drajat Sulistyo kepada Maritimnews di Bandar Lampung, Selasa (10/3).

Menurut Drajat, Port Ecosystem merupakan salah satu terjemahan dari roadmap IPC tentang trade facilitator, dimana pelabuhan memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu daerah maupun skala nasional.

“Tahun 2020 IPC sudah tinggal landas sebagai world class port operator dan kini kita menyongsong era trade facilitator, disini pelabuhan akan nyata memegang peran cukup penting dalam pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Tingkatkan Ekspor

Drajat Sulistyo menyatakan bahwa IPC Panjang siap memfasilitasi sektor kepelabuhanan demi terwujudnya peningkatan Ekspor produk unggulan provinsi Lampung ke berbagai Negara melalui pembenahan fasilitas dermaga dan pelayanan.

“Kami berkomitmen terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi dalam rangka memajukan perekonomian Lampung,” kata Drajat saat acara Coffee Morning bersama Pemprov Lampung, Bea Cukai, Pengguna Jasa dan pelaku usaha Ekspor/Impor di CFS (Container Greight Station) pelabuhan Panjang, Senin (9/3).

Acara tersebut dihadiri Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang menegaskan, bahwa kegiatan ekspor dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan dikarenakan melonjaknya permintaan Impor yang sebenarnya dapat diminimalisir, sebab produk impor yang masuk tersedia di Provinsi Lampung itu sendiri.

(Bayu/MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *