
MNOL – Jakarta, Pos Angkatan Laut (Posal) Lahewa dan Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Teluk Dalam dibawah jajaran Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Nias melaksanakan SAR (Search and Resque) bersama Basarnas Gunung Sitoli terhadap tiga orang Pendeta yang hanyut saat memancing bersama dua orang nelayan tradisional akibat diterpa cuaca buruk dan gelombang tinggi yang menghantam perahu yang digunakan hingga terbalik di Perairan Hinako, Kabupaten Nias Barat.
Saat mendapatkan Informasi tersebut, Danlanal Nias Kolonel Laut (P) Ivan Gatot Prijanto, S.E., memerintahkan Patkamla Teluk Dalam beserta personel Posal Lahewa untuk membantu melaksanakan SAR di Perairan Hinako, Kabupaten Nias Barat.
Kejadian berawal saat ketiga orang Pendeta atas nama Saroziduhu Marundruri, 55 Th, Herman Baeha 58 Th, Budieli Hia, 55 Th bersama dua orang nelayan tradisional Syahnan Marunduri (pemilik perahu) dan Jimmi Harefa pergi memancing denganmenggunakan perahu di sekitar perairan Kepulauan Hinoko diantara Pulau Langu dan Pulau Begi Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, saat memancing iba-tiba terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi menghantam perahu yang digunakan sehingga terbalik dan kedua orang nelayan berhasil menyelamatkan diri dengan berenang dan ditemukan oleh Tim SAR terdampar di Pulau Begi sedangkan ketiga Pendeta tersebut sedang dalam proses pencarian.
Keesokan harinya pencarian terhadap tiga orang Pendeta yang hilang dilanjutkan,Tim SAR menemukan Pdt Budieli Hia dalam keadaan hidup (selamat) terdampar di Pulau Asu, Nias Barat, kemudian Tim SAR menemukan Pdt Saroziduhu Marundruri dalam keadaan hidup (selamat) terdampar di Pulau Langu, sedangkan Pdt Herman Baeha ditemukan dalam keadaan meninggal dunia terapung di Perairan Pulau Asu dan kemudian jasad korban dievakuasi menuju Puskesmas Sirombu. (APS)






