Amankan Laut Indonesia, KKP Tenggelamkan 81 Kapal Ikan Asing
Sejumlah 81 kapal yang akan ditenggelamkan, 46 kapal diketahui berbendera Vietnam, 18 kapal Filipina, 11 kapal Malaysia, dan 6 kapal Indonesia.
Sejumlah 81 kapal yang akan ditenggelamkan, 46 kapal diketahui berbendera Vietnam, 18 kapal Filipina, 11 kapal Malaysia, dan 6 kapal Indonesia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berpesan kepada masyarakat nelayan untuk membantu pemerintah dalam menjaga kelestarian laut.
Menteri Susi sangat menyesalkan karena ternyata orang Buton, Bugis dan/atau Sulawesi disebut-sebut sebagai nelayan bom ikan yang telah merusak ekosistem perairan di beberapa wilayah tersebut.
Menteri Susi mendapati kondisi perairan laut yang biasa menjadi tempat nelayan menangkap ikan sudah rusak.
Peresmian IFFAI ditandai dengan penandatanganan plakat bersama dengan Kapolri, Jaksa Agung, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut dan Kabakamla.
Menteri Susi mengatakan dukungannya kepada Kopaska untuk melakukan kegiatan demi tugas menjaga laut Indonesia.
BMKT yang ditemukan ini merupakan milik bangsa dan identitas Indonesia sebagai negara maritim, sehingga perlu dijaga.
Pemerintah Indonesia menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia di sektor kelautan dan perikanan. Kerjasama tertuang dalam bentuk nota kesepahaman antar kedua negara.
RUU Perikanan seharusnya membuka kembali mata publik mengenai pentingnya usaha paska produksi. Hal ini dilihat mengenai signifikansi kegiatan usaha paska produksi yang juga terlibat pada peningkatan devisa negara. Tidak hanya itu, kegiatan usaha paska produksi juga membantu mendistribusikan atau meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan baik tangkap maupun budidaya.
Kebijakan cantrang dinilai melanggar amanat konstitui Republik Indonesia yang menegaskan adanya prinsip keadialan dan kesejahteraan.
Menteri Susi selaku wakil pemerintah dalam hal ini mengeluarkan Permen 32 tahun 2016 mengenai larangan cantrang. Hal ini menimbulkan polemik. Larangan cantrang ini memiliki pengaruh multi-dimensi Sosial, ekonomi, politik dan Hankam.