Categories: Geopolitik

Implementasi Pembukaan UUD 1945, Letkol Laut (P) Salim: KTT OKI harus Jadi Alat untuk Hadapi Zionisme

 

Kolonel Laut (P) Salim

Maritimnews, Jakarta  – Jelang perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI) di Jakarta 6-7 Maret 2016 mendatang telah menjadi perhatian khusus dari beberapa pihak terkait peran Indonesia dalam implementasi Pembukaan UUD 1945, khususnya menghapuskan penjajahan di atas dunia. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Pamen TNI AL, Letkol Laut (P) Salim, saat ditemui di kediamannya di Kelapa Gading beberapa waktu lalu.

Menurut Pamen TNI AL berpangkat Melati Dua itu, KTT OKI ini merupakan  momentum yang tepat bagi Indonesia untuk berperan penuh dalam menghapuskan penjajahan di atas dunia sesuai amanat Pembukaan UUD 1945 Alinea pertama. Pasalnya, Israel sampai dengan hari ini terus menjajah negeri muslim Palestina.

“Salah satu pembahasan dalam KTT OKI nanti adalah kemerdekaan Palestina. Itu sudah jadi tugas Indonesia sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, yaitu memperjuangkan kemerdekaan bagi setiap bangsa terjajah,” ujar Salim.

Sambung lulusan AAL tahun 1995 itu, sejak zaman Bung Karno Indonesia telah memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dan kini tinggal melanjutkan perjuangan itu.

“Pidato Bung Karno tahun 1960 di PBB jelas menggelorakan perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan di atas dunia. Dari dulu hingga sekarang, Zionisme merupakan suatu faham induk penjajahan di dunia, berarti Indonesia dengan Pancasila-nya harus mampu melawan itu,” tandasnya.

Pidato Bung Karno di PBB tahun 1960 yang berjudul “To Built the World Anew” telah menyerukan Pancasila kepada dunia dengan meninggalkan protokol-protokol tua. Protokol yang dimaksud adalah Protokol Zionisme yang dibangun sejak tahun 929 SM dengan tujuan untuk menguasai dunia. Dengan protokol tersebut, perdamaian dunia menjadi ancaman serius karena kolonialisme dan imperialisme menjadi ujung tombak dari berjalannya konsep tersebut.

Pada tahun 1945, Indonesia dengan konsep Pancasila mencoba untuk mengimbangi konsep itu. Alhasil, Indonesia mampu membuka mata dunia untuk mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Banyak negara-negara di Asia dan Afrika yang mengapresiasi perjuangan itu sampai dengan terbentuknya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Selanjutnya, usai pidato Bung Karno di PBB, Indonesia memelopori berdirinya KTT Non Blok dan melancarkan Operasi Trikora serta Dwikora sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme.

Ulas Salim, saat ini Indonesia harus kembali menjadi leader yang memerangi zionis Israel. Dan misi itu merupakan tujuan pokok dari didirikannya KTT OKI dalam upaya meningkatkan solidaritas sesama negara berpenduduk mayoritas Islam.

“Indonesia harus menjadi leading sector dalam KTT OKI ini. Hal itu sesuai dengan permintaan Palestina sendiri yang berharap banyak pada peran Indonesia dalam menyelesaikan konfliknya dengan Israel,” terangnya.

Secara sejarah, organisasi ini dibentuk sebagai reaksi atas peristiwa pembakaran Masjid al Aqsa (Baitul Mahdis) di Yerussalem pada tanggal 21 Agustus 1969. Bagi umat Islam, Masjid al Aqsa merupakan tempat suci ketiga sesudah Mekkah dan Madinah. Selain untuk meningkatkan solidaritas Islam antar negara anggota dan melenyapkan rasial serta diskriminasi kolonialisme dalam segala bentuknya, organisasi ini juga bertujuan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina dalam mendapatkan tanah airnya.

“Bukan hanya dukungan diplomasi, bila kita sudah benar benar memiliki kekuatan militer yang andal baik alutsista maupun personelnya, menurut saya selaku sesama umat Islam wajib untuk membantu membebaskan saudara kita yang masih bernafas di bawah desingan peluru tiap saat,” imbuhnya.

“Kita akan menghadapai apa pun konsekuensinya selama kita masih berkomitmen dalam menjalankan Pembukaan UUD 1945 dan Insya Allah Tuhan Akan melindungi kita. Dan seluruh umat muslim di belahan dunia saat ini mengalami berbagai kehancuran, dan mereka semua menunggu kebangkitan dari timur, dari mana lagi kalau bukan dari  Indonesia,” Pungkasnya. (TAN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk…

20 hours ago

Laba Bersih Kopkar TPK Koja Tahun Buku 2025 Meningkat 132%

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku…

24 hours ago

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

4 days ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

7 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

1 week ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

1 week ago