Maritimnews, Kepri – Pada Sabtu 5 Februari 2016 pagi hari, KM Seluan Bahari dengan tujuan Pulau Seluan- Sedanau mengalami kecelakaan laut. Kapal bermuatan 5 Gt dengan penumpang sebanyak 67 orang itu tenggelam di perairan Seluan, Natuna, Kepulauan Riau.
Kapal yang berangkat dari Pulau Seluan pukul 05.30 itu terhempas ombak sehingga terbalik dengan posisi antara Pulau Selimus dengan Pulau Seluan di kedalaman 25 meter. Kejadian itu diprediksi sekitar pukul 08.30 waktu setempat.
10 menit kemudian, Halizar, seoarang nelayan dari Pulau Seluan melihat beberapa box yang hanyut di sekitar perahunya. Tak panjang lebar, dirinya langsung menghampiri tempat berseraknya barang-barang tersebut. Ternyata sebanyak puluhan orang membutuhkan pertolongan dari kapal naas tersebut. Halizar pun langsung mengevakuasi para penumpang untuk dibawa ke Pulau Sedua, yang merupakan titik terdekat dari kejadian.
Sampai akhirnya Posal Sedanau baru menerima kabar kejadian ini sekitar pukul 10.30. Danposal Sedanau Pelda Giatno langsung menurunkan timnya untuk meninjau ke lokasi. Bersama dengan tim dari Polres Sedanau dan Tim SAR, rombongan segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi bagi para penumpang kapal KM Seluan Bahari.
Sebanyak 60 korban dari 65 penumpang (61 orang dewasa dan 4 orang anak-anak) berhasil diamankan, sisanya masih dalam upaya pencarian hingga berita ini diturunkan. Dikabarkan dua orang mengalami meninggal dunia atas nama Zaenab dan Lia, serta belasan lainnya mengalami luka-luka.
Dengan dibantu masyarakat dan Pramuka, tim SAR masih terus mencari korban yang hilang. Sementara korban selamat langsung dibawa ke Pulau Seluan untuk penanganan lebih lanjut.
Kecelakaan kapal ini tentunya menambah daftar rentetan jumlah kecelakaan kapal di Indonesia selama satu tahun terakhir. Hal ini sungguh ironis bagi negara kepulauan terbesar di dunia yang saat ini memiliki visi poros maritim dunia. (DIT)






