Categories: TNI AL

KRI BAC-593 Ikuti Perisapan Akhir Komodo Exercise 2016

Foto: KRI Banda Aceh-593, salah satu kapal buatan dalam negeri yang membanggakan

Maritimnews, Padang  – Salah satu kapal Perang jajaran Kolinlamil KRI Banda Aceh-593 mengikuti Final Planning Conference (FPC) dalam rangka persiapan kegiatan International Fleet Review (IFR) 2016, 2nd Multilateral Naval Exercise  dan 15 th Western Pacific Naval Symposium (WPNS) 2016 di Padang, 7 – 20 Februari. Kegiatan FPC rencananya dilaksanakan selama dua hari, (16 dan 17 Februari) dan akan dihadiri pejabat teras TNI AL antara lain, para Asisten Kasal, Para Pangkotama, serta Pejabat Pemda setempat.

FPC ini merupakan tahap kelanjutan dari kegiatan Initial Planning Conference (IPC) yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta pada tanggal 15-16 Juni 2015 yang dihadiri oleh 24 negara. Kemudian tahap Mid Planning Conference (MPC) di Hotel Kartika, Bali pada tanggal 15 – 16 Oktober 2015, dan akan dilanjutkan site survey  di Padang, rencananya akan  dilaksanakan pada tanggal  15 – 17 Februari 2016. FPC merupakan persiapan akhir sebelum pelaksanaan Komodo Exercise 2016.

Agenda kegiatan FPC ini akan membahas mengenai perencanaan Latihan Multilateral Naval Exercise Komodo 2016 untuk bulan April 2016 di Padang dan Kepulauan Mentawai. Latihan Angkatan Laut dari negara-negara yang berbeda secara historis ini akan bekerjasama dalam skenario latihan mulai dalam misi bantuan kemanusian seperti Medical Civic Action Project(MEDCAP) dan Engineering Civic Action Project (ENCAP), serta rencana latihan dalam Maritime Peace Keeping Operation (MPKO).

Pelaksanaan  FPC ini akan dihadiri delegasi 31 negara antara lain, Australia, Bangladesh, Brazil, Brunei Darussalam, Cambodia, Chile, China, France, Japan, Korea Selatan, Kuwait, Laos, Malaysia, Mexico,  New Zealand, Netherland, Peru, Philippines, Papua New Guinea, Polandia, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Srilangka, Thailand, Timur Leste, United Kingdom, USA, Vietnam, India, UEA.

KRI Banda Aceh-593 merupakan kapal perang berjenis Landing Platform Dock dengan ukuran panjang 22.004 meter dan lebar 125 meter. Berat kapal ini mencapai 7.286 ton. Kapal perang ini memiliki kecepatan maksimum 15 knot dan memiliki daya angkut sebanyak 344 personel. KRI Banda Aceh-593 digunakan untuk menunjang tugas dan operasi TNI Angkatan Laut (TNI AL) di antaranya untuk Landing Craft Carrier, pendaratan pasukan, operasi amfibi, tank carrier 20 Tank, 5 unit helikopter jenis MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, combat vehicle 22 unit, 3 unit meriam Howitzer, tactical vehicle 13 unit, total embarkasi 507 personel. Untuk persenjataan perang, kapal ini dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan 40 mm. Selain itu, operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus-menerus .

Meski masih dalam kategori kapal baru, KRI Banda Aceh ini sudah mendapatkan sebuah penghargaan, sebagai KRI Berpredikat Operasional Tertinggi Tahun 2014. Penghargaan itu didapat karena KRI Banda Aceh ini menjadi kapal yang berlayar dalam waktu paling panjang dibandingkan KRI milik TNI angkatan laut lainnya.

“Kapal ini pernah hampir selama tiga bulan non-stop berlayar terus, enggak pulang-pulang,” kata Komandan KRI Banda Aceh 593 Letkol Laut (P) Edi Haryanto.

Selain itu, kapal ini juga telah mengikuti latihan bersama kapal-kapal perang dari berbagai negara dalam ajang Multilateral Rim of the Pacific (Rimpac) 2014. Ajang tersebut merupakan latihan rutin setiap dua tahun yang digelar oleh armada ketiga US Navy dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan meluas cakupannya dengan melibatkan negara-negara di Asia Tengara. Disamping juga mendukung kegiatan sosial seperti Ekspedisi Bhakti Kesejahteraan Rakyat (Bhakesra) 2015 yang menjangkau pulau-pulau kecil di wilayah timur Indonesia seperti Pulau Muna (Raha), Pulau Wawoni, Pulau Banggai dan Togean (Wakai).

 

 

 

Adityo Nugroho

Redaktur Maritimnews.com Penulis Kajian Kemaritiman Indonesia

Share
Published by
Adityo Nugroho

Recent Posts

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

4 days ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

5 days ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

6 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

6 days ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

6 days ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

7 days ago