Categories: TNI AL

Mengintip Latihan Tempur Pasmar-1 di Pasuruan

Foto: Pasmar-1 tengah menyusuri hutan, padang rumput dan pedesaan untuk mengintai musuh (Dispen Kormar)

Maritimnews, Pasuruan – Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan prajurit untuk menghadapi tugas operasi pertempuran kota dan hutan berpenduduk, prajurit Pasmar-1 Korps Marinir TNI AL melaksanakan latihan di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (10/02/2016) lalu.

Latihan yang melibatkan prajurit dari Brigif-1 Marinir, Menbanpur-1 Marinir dan Menkav-1 Marinir tersebut akan berlangsung hingga hari ini.

Komandan Brigif-1 Marinir Kolonel Marinir Sugianto, S.Sos selaku Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) mengatakan, latihan tersebut selain melibatkan ratusan prajurit juga melibatkan beberapa kendaraan tempur Korps Marinir yaitu Tank Amfibi PT.76 dan BTR-50.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Brigif-1 Marinir itu berpesan kepada seluruh prajurit agar melaksanakan latihan dengan sungguh-sungguh dan mematuhi semua aturan yang diberikan pelatih sehingga semua materi yang dilatihkan dapat terlaksana dengan baik dan aman dengan selalu menjaga faktor keamanan, sehingga latihan benar-benar zero accident.

Dalam catatan sejarah, pasukan Angkatan laut Pendarat ini telah beberapa kali melakukan operasi seperti ini sejak namanya masih Korps Komando Operasi (KKO). Bahkan sejak perang kemerdekaan, pasukan yang dipelopori dengan berdirinya Marinier Corps ALRI Tegal itu kerap melakukan peperangan di hutan dan gunung menggunakan taktik Gerilya.

Tentunya bersama saudara tuanya yaitu TNI AD, pasukan ini sudah turut serta bersama Jenderal Soedirman menghadapi serbuan Belanda dalam Agresi I dan II kurun waktu 1945-1949.

Latihan Perang di Pemukiman Penduduk

Selanjutnya, pasca kemerdekaan Korps Baret Ungu ini pernah menumpas gerombolan PRRI/Permesta, DI/TII, Pembebasan Irian Barat, Operasi Dwikora, Pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi, Operasi Seroja di Timor-Timur yang tercatat sebagai operasi amfibi terbesar dalam sejarah Indonesia dan terakhir operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 2003 silam.

Peperangan darat baik di hutan maupun perkotaan diperlukan oleh korps yang dikomandani Mayjen TNI Mar Buyung Lalana tersebut. Sehingga, Pasmar-1 sebagai salah satu kompi terbesar Korps Marinir TNI AL mempersiapkan diri dengan latihan ini guna menghadapi ancaman-ancaman serupa yang pernah dialami oleh NKRI.

Puslatpur Marinir di Kecamatan Grati, Pasuruan, Jawa Timur ini merupakan tempat yang cocok untuk latihan tersebut. Mengingat lokasinya yang berbatasan langsung dengan pantai namun juga memiliki kontur perbukitan serta hutan.

 

Adityo Nugroho

Redaktur Maritimnews.com Penulis Kajian Kemaritiman Indonesia

Share
Published by
Adityo Nugroho

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

1 day ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

2 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

3 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

4 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

5 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

7 days ago