Categories: SDA KELAUTAN

Masalah Maritime Pollution, Masih Jadi Perhatian Bersama

Keterangan Foto: Sampah plastik masih menjadi masalah serius dalam dunia kemaritiman Indonesia.

Maritmnews, Jakarta – Maritime Pollution (Marpol) masih menjadi masalah krusial bagi perjalanan Indonesia sebagai negara poros maritim. Pasalnya Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Sampah plastik merupakan bentuk Marpol tipe Annex V yang ditetapkan dalam Konvensi Marpol 1973.

Dalam Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh DPP Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) di Gedung Mina Bahari II, Jumat (26/2/16), dibahas tentang klasifikasi Marpol serta pencegahannya. Para pembicara yang berasal dari perwakilan pemerintah dan ISKINDO sendiri telah memformluasikan pencegahan terhadap peningkatan Marpol.

Kasubdit Restorasi Pemberdayaan Pesisir yang mewakili pemerintah dalam diskusi itu mengungkapkan terdapat 80 persen sampah di laut berasal dari daratan dan 90 persennya adalah plastik. Berdasarkan regulasi tentang pencegahan pencemaran oleh sampah (Annex V), beberapa tipe sampah dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Plastik (tali sintetis, jala, tas plastic, dll), Sampah campuran, Sisa makanan, Kertas, kain, kaca, dan metal.

“Sampah plastik yang terus meningkat bisa jadi bom yang akan membunuh lingkungan dan jutaan biota laut,” tegasnya.

Sementara dalam bidang pelayaran, untuk mengatasi peningkatan jumlah sampah plastik dari kapal diberlakukan Ship Garbage Management Plan. Aturan itu memberlakukan setiap kapal di atas 400 GT dan kapal dengan kapasitas kru 15 orang atau lebih harus memiliki garbage management plan yang harus dipatuhi semua kru.

“Hal ini termasuk pemisahan sampah berdasarkan jenisnya, dan pemasangan fasilitas treatment untuk sampah, misalnya incinerator pada kapal,” tambahnya.

Selanjutnya, setiap kapal di atas 400 GT dan kapal dengan kapasitas kru 15 orang atau lebih harus bisa menunjukkan garbage record book kepada pihak pelabuhan ketika akan berlabuh. Kemudian Setiap kapal dengan panjang lebih dari 12 meter harus tersedia plakat sebagai peringatan kepada kru kapal tentang pembuangan sampah.

Di akhir penyampaiannya, Kasubdit Restorasi Pemberdayaan Pesisir menyatakan pencemaran pesisir dan laut perlu penanganan serta dukungan luas dari berbagai pihak. Selain itu diperlukan sosialiasi pencemaran lingkungan pesisir dan laut yang intensifk guna menggugah partisipasi aktif masyarakat.

“Pemantauan lingkungan, pengawasan pembinaan, dan penegakan hukum perlu dilakukan secara konsisten dan perlu prioritas penanganan limbah domestik kota, di samping limbah industri, transportasi, pertokoan dan perkantoran juga perlu diperhatikan,” pungkasnya. (AN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Say No To IPO; Pelindo Lebih Bermanfaat Tanpa Pasar Modal

Oleh: Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merencanakan initial…

11 hours ago

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

6 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

1 week ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 weeks ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 weeks ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago