Categories: Bakamla

Dukung Program Pemerintah, IOM bersama Coventry University Gelar FGD Keamanan Maritim

Suasana FGD dengan tema ‘Meningkatkan Koordinasi dan dalam Melawan Kejahatan Trannasional Terorganisir di Laut untuk tahun 2016 dan Seterusnya’ di Hotel Pullman, Jakarta, (7/3/16).

 

Maritimnews, Jakarta – Intenartional Organization of Migration (IOM) bersama dengan Coventry University menggelar Fokus Grup Diskusi bertema ‘Meningkatkan Koordinasi dalam Melawan Kejahatan Transnasional Terorganisir di Laut untuk tahun 2016 dan Seterusnya’ di Hotel Pullman, Jakarta, (7/3/16). Chief of Mission IOM Indonesia Mark Gatchell dalam sambutannya menekankan perlunya kerja sama yang baik antara IOM dengan pemerintah Indonesia.

“Keterpaduan antara IOM dengan Pemerintah Indonesia khususnya Bakamla dan pihak Imigrasi dalam menyelesaikan permasalahan keamanan maritim sangat diperlukan,” ujar Getchell.

Selanjutnya, dia memaparkan pihaknya akan membantu secara maksimal tugas-tugas pemerintah dalam menciptakan keamanan maritim dalam rangka mewujudkan poros maritim dunia. Di antaranya melalui program-program penelitian terkait keamanan maritim di daerah-daerah yang dianggap rawan.

Selain itu dengan adanya FGD ini dia berharap kerja sama yang lebih intensif akan terjalin lebih baik. IOM juga mendorong terbangunnya konsorsium keamanan maritim yang melibatkan setiap stakeholder kemaritiman baik lokal maupun asing.

“Tidak lain kita hanya ingin membantu pemerintah dalam membangun penelitian keamanan maritim,” tandasnya.

Kemudian Direktur CTPSR, Coventry University, Mike Hardy turut memperkuat pernyataan Mark Getchell. Dalam paparan singkatnya mengawali jalannya FGD, Hardy menerangkan bahwa baginya Indonesia merupakan negara istimewa dengan jumlah penduduknya yang besar dan posisinya yang strategis.

Lebih lanjut, Hardy menyatakan para instansi keamanan memiliki peran penting dalam perjalanan setiap negara. Sehingga, kolaborasi antar lembaga menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam menciptakan keamanan di suatu negara termasuk keamanan maritimnya.

“Kita perlu integrasi keamanan untuk memitigasi beberapa konflik dan ancaman. Coventry University sangat tertarik dalam membangun keamanan maritim bersama,” ungkap Hardy.

Senada dengan Getchell, bantuan yang ditawarkan oleh Coventry University ialah terkait penelitian dan pembangunan isu keamanan maritim yang komprehensif dan holistic. Maka dari itu dalam FGD ini telah mengundang para pemangku kebijakan di Indonesia antara lain Kepala Bakamla Laksdya Maritim D.A Mamahit, Pangarmabar Laksda TNI A.Taufiqurrachman, Ketua Satgas Pemberantasan IUU Fishing Mas Achmad Santosa dan pakar Hukum Laut Internasional Hasyim Djalal.

Selanjutnya ada Staf ahli bidang Kemaritiman Kemenkopolhukam Laksda TNI Surya Wiranto, Kaprodi Keamanan Maritim Universitas Pertahanan, Kolonel Laut (KH) A. Rivai Ras dan Kasubdit Gakkum Polair Polri. Kombes Pol Yohannes Widodo.

“Kita akan mendengar rancangan kebijakan dari para pemangku kebijakan agar ada saling transfer of knowledge di antara kita,” sambungya.

Di akhir pemaparannya, Hardy yang selama 4 tahun ini sering bolak-balik Indonesia menuturkan bukan hanya dengan Indonesia saja kerja sama model seperti ini dilakukan, melainkan sudah dijalankan dengan banyak negara. Output dari kerja sama ini ialah untuk menciptakan hasil-hasil riset yang berguna untuk dijadikan referensi oleh pemerintah.

FGD seperti ini telah kali kedua dilaksanakan oleh IOM setelah pada April 2015 lalu, menggelar FGD pertama kalinya dengan fokus pembahasan masalah perdagangan orang dalam Kasus Benjina. (TAN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

2 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

2 days ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

2 days ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

3 days ago

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

4 days ago

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

6 days ago