Categories: TNI AL

Kolinlamil Siap Perangi Sampah Laut dan Narkoba

Kegiatan Bersih Laut di Kolinlamil

Maritimnews, Jakarta –  Mengawali tugasnya sebagai Kepala Staf Kolinlamil (Kaskolinlamil) Laksamana Pertama TNI Roberth Wolter Tappangan, S.H. menyatakan perang terhadap Narkoba dan Sampah. Hal tersebut disampaikannya kepada seluruh jajaran prajurit Kolinlamil dalam Apel Khusus yang berlangsung di Gedung Laut Natuna, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/3). Apel khusus yang diikuti seluruh prajurit jajaran Kolinlamil baik Staf maupun unsur KRI itu dilaksanakan di dalam ruangan Aula Gedung Laut Natuna dikarenakan hujan yang turun sejak pagi sehingga apel khusus tidak dapat dilaksanakan di lapangan Dermaga Kolinlamil.

Dalam pengarahannya, Kaskolinlamil yang pertama kalinya berdinas di Kolinlamil selama 28 tahun menjadi Perwira TNI AL (Alumni AAL 1988) mengatakan bahwa para prajurit Kolinlamil harus menjauhkan diri dari narkoba dan zat adiktif lain yang berbahaya.

“Saya menghimbau kepada para prajurit Kolinlamil untuk menjauhi dan menghindari diri dari penggunaan, menyimpan maupun pengedaran terhadap narkoba apapun jenisnya karena akan merusak diri sendiri, dan keluarga serta kedinasan” jelas mantan Danguskamlatim ini.

Menurutnya selain narkoba akan merusak diri sipengguna, narkoba akan menghancurkan karir kedinasan bagi seorang prajurit. Sesuai dengan perintah Panglima TNI dan Kasal, bagi prajurit yang diketahui atau tertangkap sebagai pengguna, penyimpan dan pengedar narkoba maka akan langsung dipecat (PDTH) dari kedinasan dan proses hukum sipil tentang undang-undang psikotropika tetap berlanjut.

“Sesuai Telegram Kasal no. ST/147/2016 tanggal 18 Februari 2016, bagi prajurit yang tertangkap atau diketahui sebagai pengguna narkoba akan langsung dipecat dari kedinasan (PDTH) dengan proses penyelesaian tidak lebih dari 1 bulan,” terang Roberth.

Narkoba saat ini sudah menjadi musuh negara, dengan sasaran yang sudah masuk ke segala lini kehidupan baik masyarakat umum maupun institusi TNI – Polri. Narkoba sendiri merupakan singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya atau istilah lain yang diperkenalkan Kementerian Kesehatan RI adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif.

Di Indonesia kini terdapat 35 jenis narkoba yang dikonsumsi pengguna narkoba dari yang paling murah hingga yang paling mahal seperti LSD atau Lysergic Acid.

Untuk mengantisipasi prajurit Kolinlamil yang menjadi pengguna narkoba, saat apel khusus Kaskolinlamil memerintahkan para prajurit dan PNS Kolinlamil untuk dites urinenya secara sampel bergantian. Pengambilan urine ini diawali dari Kaskolinlamil selanjutnya kepada prajurit dan PNS lainnya.

“Bagi prajurit yang belum dites urine namun mengaku sebagai pengguna narkoba akan kita rehabilitasi tetapi bagi yang setelah dites urine ternyata terbukti maka akan diproses sesuai telegram Kasal dan hukum yang berlaku atau dipecat,” tandas pria asal Toraja ini.

Senada dengan masalah narkoba, Kaskolinlamil juga menyoroti masalah sampah disekitar laut depan dermaga Kolinlamil yang sangat meresahkan. Orang nomor dua di Kolinlamil ini pun juga menyatakan perang terhadap sampah di laut.

“Sampah di laut dermaga Kolinlamil sangat meresahkan dan mengganggu lingkungan kita, untuk itu saya mewakili Pangkolinlamil menyatakan perang terhadap sampah di laut,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, secara simbolis diserahkan seperangkat alat kelengkapan untuk Satgas Pembersihan Sampah dari Kaskolinlamil kepada Komandan Satgas Pembersihan Sampah Kolinlamil Letkol Laut (P) Heri Prihartanto yang sehari-harinya menjabat sebagai Wakil Komandan Satlinlamil Jakarta.

Selain masalah narkoba dan sampah, Kaskolinlamil juga memberi perhatiannya pada masalah ketertiban, berkendaraan dan bahaya Aids. Masalah ketertiban terkait dengan penampilan prajurit yang kurang disiplin sesuai dengan seragam TNI AL, sedangkan masalah berkendaraan, Kaskolinlamil menghimbau kepada prajurit jajaran Kolinlamil untuk lebih waspada apabila berkendaraan dijalan agar terhindar dari bahaya kecelakaan. Sementara untuk perhatian masalah bahaya Aids, Kaskolinlamil mengingatkan para prajurit untuk tidak bermain-main dengan prostitusi karena akan memberikan dampak buruk terhadap kesehatan diri prajurit terkait penyakit Aids yang menular.

“Hindarilah prostitusi yang akan merugikan diri prajurit karena akan berbahaya penularan virus HIV Aids,” pungkasnya. (TAN)

 

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Analisis Penerbitan Perpres No.41/2026 tentang Penguatan Logistik Nasional

Ruang lingkup pengaturan Perpres ini meliputi Strategi Penguatan Logistik Nasional, Pengukuran Kinerja Logistik Nasional dan…

2 days ago

Sosialisasi PKB Pelindo dan SPPI, Komitmen Hubungan Harmonis

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bersama Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia (SPPI) Bersatu Periode…

4 days ago

Delegasi Madagaskar Kunjungi IPC TPK dan Integrated Planning Control

Jakarta (Maritimnews) - Delegasi Pemerintah negara Madagaskar didampingi oleh tim Lembaga National Single Window (LNSW)…

5 days ago

82,7 Persen Publik Percaya Transparansi BPI Danantara, Modal Menjadi Korporasi Dunia

Danantara Indonesia dinilai turut memberikan optimisme kepada publik karena sinyal kinerja positif. Capaian itu terekam…

5 days ago

Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo Gibran Mencapai 80,4 Persen

Jakarta (Maritimnews) – Panel Survey Indonesia (PSI) merilis hasil survei nasional mengenai Tingkat Kepuasan Masyarakat…

6 days ago

Program PELITA 2026 Dimulai di Rawa Badak Utara

Jakarta (Maritimnews) – Peluncuran program Pelindo Tanpa Balita Stunting (PELITA) 2026, IPC Terminal Petikemas bersama…

7 days ago