Dirut Pindad
Dirut Pindad
Direktur Utama Pindad Silmy Karim

MNOL, Bandung – Melanjutkan pemberitaan sebelumnya tentang kicauan Direktur Utama PT. Pindad, Silmy Karim, yang membahas peta kekuatan militer negara–negara Asia Pasifik, kali ini Maritimnews.com akan melanjutkan pembahasaan beliau mengenai hal tersebut yang disampaikan melalui akun twitter @silmykarim.

Silmy Karim pada kicauan berserinya di twitter kali ini menitikberatkan pada anggaran tiap-tiap negara yang ada di  kawasan tersebut.Beliau juga sedikit menyinggug tentang posisi Indonesia dan beberapa perbandingan anggaran dengan negara-negara terdekat.

  1. Selamat siang, ingin kultwit ttg peta #anggaran pertahanan negara2 di dunia. Semoga berkenan.
  2. Sebagai negara dg PDB nomor 16 di dunia, Indonesia punya peluang besar menjadi negara dengan industri pertahanan yang mandiri. #Anggaran
  3. Dibandingkan dengan beberapa negara lain, angka ini masih lebih rendah. #anggaran
  4. #Anggaran pertahanan Amerika Serikat, misalnya, pernah mencapai 5 persen dari angka PDB-nya.
  5. Meski ada peningkatan dalam #anggaran pertahanan di Ind, jika dibandingkan dengan anggaran pertahanan negara-negara lain terutama negara-negara maju, Indonesia masih dalam posisi tertinggal. #anggaran
  6. Bahkan, dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, dilihat dari persentase PDB- nya, Ind juga masih ketinggalan. #anggaran
  7. #Anggaran pertahanan Indonesia yg hanya sekitar 0,8% dari total PDB ini masih jauh dari Singapura (3%), dan Malaysia (2%).
  8. Dari sisi nominal, negara tetangga Singapura, dengan luas wilayah dan jumlah penduduk… #anggaran yang jauh lebih kecil, ternyata mampu mengungguli #anggaran pertahanan Indonesia.
  9. Singapura tercatat mempunyai anggaran pertahanan sebesar US$10.044 miliar. (data Feb 2014) #anggaran
  10. Secara umum total #anggaran pertahanan global pada 2013 sebenarnya menurun 1,9 persen menjadi US$1.747 triliun.
  11. Penurunan ini terjadi krn pengurangan #anggaran pertahanan di negara2 Amerika Utara, Eropa Barat dan Tengah, serta negara2 Oseania.
  12. Di kawasan lain, seperti Asia, #anggaran pertahanan terus mengalami peningkatan.
  13. Selain ditandai dengan adanya penurunan anggaran pertahanan, menurut SiPRi (2014), peta anggaran pertahanan global ditandan dengan fenomena melonjaknya #anggaran pertahanan Arab Saudi, yang mencapai US$67 miliar.
  14. Negara ini alami peningkatan anggaran sebesar14%, yg buatnya naik dr peringkat 7 ke 4 negara dengan #anggaran pertahanan terbesar dunia
  15. Fenomena lain adalah terlemparnya Kanada dari kelompok 15 besar negara dengan #anggaran pertahanan terbanyak.
  16. Sebagai gantinya, Turki tampil dalam 15 besar kelompok negara dengan #anggaran pertahanan terbesar di dunia.
  17. SiPRi (2014) menyebutkan, #anggaran pertahanan Turki mencapai US$19,1 miliar.
  18. Sementara itu, menurut SiPRi 2013, Amerika Serikat sebagai negara paling besar #anggaran pertahanannya di dunia, menganggarkan uang sejumlah US$685 miliar untuk keperluan pertahanan pada 2012. #anggaran
  19. Di tengah pertumbuhan ekonominya yang lambat, sekitar 1,7 persen pada 2013, AS mengalami tren penurunan #anggaran pertahanan sejak 2011.
  20. Tercatat #anggaran pertahanan Amerika Serikat pada 2011 bisa mencapai US$711,4 miliar.
  21. Meski negara2 Amerika Utara & negara Eropa Barat mengalami tren penurunan #anggaran pertahanan, anggaran mereka msh sangat besar.
  22. Negara-negara tersebut mendominasi 15 besar negara dengan #anggaran pertahanan terbanyak di dunia.
  23. Perlu juga di sini membandingkan #anggaran pertahanan negara-negara tetangga dan kawasan Asia-Pasifik.
  24. Hal ini karena negara-negara tetangga di kawasan sangat berkepentingan dengan indonesia, begitu pula sebaliknya. #anggaran
  25. Membandingkan #anggaran pertahanan neg2 tetangga di kawasan berguna bagi Indonesia terutama dlm rangka mengelola pertahanan sendiri.
  26. Memetakan #anggaran pertahanan negara2 lain penting bagi Ind untuk mengetahui sejauh mana kekuatan kita dibandingkan dengan negara lain terutama dengan negara tetangga yang mempunyai potensi konflik.
  27. Jika dilihat, #anggaran pertahanan Indonesia, meski mengalami peningkatan signifikan dalam satu dekade terakhir masih kurang kompetitif jika dibandingkan dengan negara lain.
  28. Pada masa Presiden Sukarno, #anggaran pertahanan Indonesia pernah mencapai 38 persen dari total APBN.
  29. Di luar kondisi sospol dalam dan luar negeri yang terjadi pada saat itu, #anggaran sebesar itu bagaimanapun pernah dialami indonesia.
  30. Pada Orba,#anggaran pertahanan tdk terlalu signifikan krn pemerintah pada masa itu lbh anggap ancaman terbesar datang dari dalam negeri.
  31. Di masa Presiden @SBYudhoyono, Indonesia mulai menata pertahanannya dengan lebih baik. Anggaran pertahanan mengalami kenaikan.
  32. Lembaga utk dorong terciptanya industri pertahanan dalam negeri yang kuat, yaitu Komite Kebijakan industri Pertahanan (KKiP), dibentuk.
  33. Hal ini penting untuk menyiapkan industri pertahanan yang mandiri di masa depan.
  34. Apalagi jika mengingat bahwa #anggaran pertahanan saat ini (2014) masih sebesar 0,8 persen dari PDB.
  35. Jika angka 2 persen dipatok sebagaimana negara-negara NATO, anggaran pertahanan kita bisa mencapai Rp200 triliun.
  36. Angka ini cukup besar dan sayang sekali kalau harus mengalir keluar untuk pembelian alutsista dari negara lain.
  37. Industri pertahanan dalam negeri, dengan demikian, harus disiapkan sebaik-baiknya sejak dini.

Selesai. Demikian twit tentang #anggaran pertahanan. Semoga berkenan. Terimakasih. (APS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *