Categories: EkonomiTerbaruTokoh

Tugas Berat di Beban Antonius Tonny Budiono, Sang Dirjen Hubla Baru

Dirjen Hubla yang baru, Antonius Tonny Budiono (Foto: beritatrans)

MNOL, Jakarta – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melantik tiga Pejabat Tinggi Madya atau setara Esselon I di lingkungan Kementerian Perhubungan yakni Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Perkeretaapian, dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan. Pada kesempatan itu, Jonan menginstruksikan kepada para pejabat yang baru dilantik agar bisa bekerja dengan baik, serta melakukan pengelolaan anggaran secara efektif dan efisien.

Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 53/TPA tahun 2016 pada 13 Mei 2016.  Pertama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut dijabat oleh Antonius Tonny Budiono, setelah melalui serangkaian proses assessment. Tonny yang lahir di Pekalongan 13 Juli 1958 dipercaya untuk menggantikan Bobby R. Mamahit.

Sebelumnya, Antonius Tonny Budiono menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Kemenhub sekaligus sebagai pelaksana tugas Kepala Badan Litbang Perhubungan.

Tugas berat tentu menanti Tonny kala memegang jabatan strategis ini.Pasalnya, permasalahan perhubungan laut seperti dwelling time, masih maraknya kecelakaan kapal dan masalah-masalah teknis lainnya menyangkut pelayaran masih merundung di negeri yang sedang berpacu dalam laju poros maritim dunia ini.

Lulusan Teknik Geodesi UGM ini tercatat memiliki segudang pengalaman dalam bidang perhubungan laut. Sejak bergabung dengan Kementerian Perhubungan pada tahun 1986, dirinya pernah menjabat di berbagai pos seperti kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut khususnya di bidang kenavigasian.

Tonny juga pernah menjadi Kepala Distrik Navigasi Kelas I Samarinda (2010 – 2012) dan Kepala Distrik Navigasi Kelas I Surabaya (2009 – 2010). Saat kejadian jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 di perairan Selat Karimata menjelang akhir tahun 2014 lalu, Tonny Budiono, yang bertindak sebagai Koordinator Tim Operasi SAR di Kapal KN Jadayat berhasil menemukan black box (kotak hitam) pesawat AirAsia QZ8501.

Konsep tol laut sebagai program turunan dari poros maritim dunia menjadi domain utama dari Ditjen Hubla yang pada era kepemimpinan Bung Karno menjadi kementerian tersendiri. Memang peran Ditjen Hubla dibawah nahkoda baru ini begitu dinanti oleh penggiat dan pelaku usaha kemaritiman Indonesia.

Selain Toni, Menhub Jonan juga melantik Prasetyo Boeditjahjono sebagai Dirjen Perkeretaapian dan Agus Santoso sebagai Kepala Badan Litbang Perhubungan. Diharapkan pergantian jabatan-jabatan penting ini kian membawa perbaikan dalam dunia transportasi Indonesia. (Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

2 days ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

3 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

4 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

5 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

6 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

1 week ago