Dalam Sertijab Danlatamal III, Pangarmabar Tegaskan kembali Soal LCS

Salam Komando

MNOL, Jakarta – Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta dari  Brigjen TNI (Mar) R.M. Trusono, S.Mn., kepada calon  penggantinya Kolonel Marinir I Ketut Suardana,SH., dilaksanakan Markas Komando (Mako) Lantamal III Jakarta, Jalan Gunung Sahari No. 2 Ancol, Jakarta Utara, (24/6). Upacara yang dipimpin oleh Pangarmabar Laksda TNI A. Taufiq R itu berjalan dengan hikmat.

Dalam sambutannya, Pangarmabar menyampaikan bahwa peran Lantamal III terbilang cukup strategis mengingat wilayah operasinya berada di Ibukota dan perairan sekitarnya hingga ke Selat Sunda dan Samudera Hindia.

“Peran Lantamal III cukup berpengaruh dalam rangka mewujudkan visi pemerintah poros maritim dunia dan TNI AL yang berkelas dunia,” ungkap Taufiq.

Wilayah operasi Lantamal III meliputi Laut Jawa hingga Cirebon, Perairan Bangka Belitung, Selat Sunda dan Samudera Hindia di pesisir selatan Jawa Barat.

Mengingat cakupannya yang strategis dan rawan akan tindak illegal serta kejahatan, maka Lantamal III yang dibawah jajaran Koarmabar harus memiliki kemampuan yang mumpuni.

“Danlantamal berikutnya harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang tinggi untuk mampu bekerja dengan baik mengamankan perairan yang berada dalam kendalinya,” ujarnya.

Selanjutnya, usai upacara, lulusan AAL tahun 1985 ini menerangkan perihal Laut China Selatan (LCS) kepada para wartawan. Menurutnya, kondisi di sana telah diperketat melalui armadanya.

“Terkait masuknya kapal ikan asing di Perairan Natuna dan insiden penembakan kapal tersebut, Presiden dan Menlu kita sudah bilang bahwa kedaulatan kita lebih penting,” tandas Taufik.

Pati Bintang Dua yang segera menempati pos sebagai Asrena Kasal ini juga menjelaskan, Indonesia tetap menjunjung tinggi perdamaian dengan menempatkan dirinya sebagai Non Claimant State. Namun, di lain sisi tetap bertindak tegas bilamana ada negara lain yang melanggar kedaulatan kita.

“Traditional fishing ground China itu tidak diakui oleh dunia internasional, sedangkan kita tetap mengacu ke UNCLOS 1982. Jadi kita tetap kuat,” tegasnya.

Masih kata Taufiq, sejauh ini Koarmabar hanya menjadikan wilayah Perairan Natuna dan sekitarnya sebagai tempat operasi baik pengamanan terhadap aspek maritim maupun kedaulatan.

“Ingat di wilayah operasi itu tugas kita hanya sebagai pengendali bukan menduduki. Jadi tidak masalah jika kita di situ turut mengamankan kapal illegal yang masuk,” bebernya.

Soal warga negara China yang terluka karena ditembak oleh kapal kita sesuai dengan tuduhan Pemerintah China, Taufiq menyatakan itu tidak benar.

“Logikanya kita menembak bukan untuk melumpuhkan tetapi untuk memberi peringatan. Sebelumnya kita juga telah umumkan melalui pengeras suara, mungkin karena itu nelayan tradisional jadi mereka tidak mengerti,” pungkasnya. (Tan)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi Ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

1 day ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

2 days ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

3 days ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

4 days ago

Direct Baru di IPC TPK, MV AS Carolina ke Tiongkok Selatan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana…

7 days ago

IPC TPK ReWear Project & Seragam Bekas

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menghadirkan langkah inovatif dalam mendukung keberlanjutan…

1 week ago