
MNOL, Jakarta – Dalam rangka memperkuat jati diri sebagai bangsa maritim, pemerintahan Presiden Jokowi-JK memprioritaskan pembangunan di sektor maritim dengan membangun serta meningkatkan konektivitas antar pulau dan antar daerah di Indonesia. Salah satu langkah nyata untuk mewujudkannya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah membangun infrastruktur pelabuhan yang berorientasi kepada benefit makro bukan semata profit center sehingga keberadaan pelabuhan memiliki peran penting dalam memperlancar arus barang, penumpang dan distribusi logistik nasional.
Kementerian Perhubungan kembali meresmikan 6 (enam) pelabuhan di Pulau Sumatera antara lain Pelabuhan Calang dan Pelabuhan Singkil di Provinsi Aceh. Pelabuhan Sirombu dan Pelabuhan Tanjung Tiram di Provinsi Sumatera Utara, Pelabuhan Tua Pejat di Provinsi Sumatera Barat serta Pelabuhan Sadai di Provinsi Bangka Belitung. Pembangunan dan pengembangan keenam pelabuhan ini dibiayai oleh dana APBN dengan total nilai investasi sebesar Rp 264,4 Miliar.
Peresmian terpadu pelabuhan di Wilayah Sumatera ditandai dengan pemukulan bedug dan penanda tanganan prasasti oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono. Dalam sambutannya, Dirjen Perhubungan Laut menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur kepelabuhanan yang memadai ini diharapkan dapat memfasilitasi keterhubungan antar wilayah menjadi lebih efektif, efisien dan terjangkau serta meningkatkan aksesibilitas arus manusia dan barang.
Sehingga hal itu menjadi pelopor dalam menggerakkan perekonomian dan kemandirian ekonomi suatu wilayah.
“Pembangunan pelabuhan di Pulau Sumatera juga berfungsi untuk melayani pelayaran kapal perintis. Adapun jaringan trayek kapal perintis meliputi trayek R-1, R-2 dan R-3 dengan kapal-kapalnya antara lain KM. Sabuk Nusantara 35, KM. Sabuk Nusantara 37, dan Kapal Coaster sebesar 1200 DWT,” jelas Tonny sapaan akrab Dirjen Hubla.
Peresmian 6 (enam) pelabuhan di wilayah Sumatera menjadi penutup rangkaian kegiatan peresmian 91 infrastruktur pelabuhan di seluruh Indonesia yang telah dilakukan dari bulan April hingga Juni tahun 2016. Dengan selesainya pembangunan 91 infrastruktur pelabuhan yang tersebar di seluruh penjuru tanah air ini merupakan perwujudan komitmen pemerintah dalam rangka pemerataan pembangunan yang tidak hanya terpusat di Pulau Jawa akan tetapi merata ke seluruh penjuru tanah air Indonesia (Indonesia Sentris).
Dengan demikian, diharapkan seluruh masyarakat akan mendapatkan aksesibilitas transportasi yang lebih mudah untuk melakukan aktifitas dan mobilisasi sehingga mampu menggerakkan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat serta menekan disparitas harga antar daerah di seluruh wilayah Indonesia. (Bayu/MN)






